Lintasjejaring.com, Samarinda — Upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Samarinda memasuki babak baru. Dalam sebuah pertemuan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) bersama Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Samarinda seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk bersinergi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Ketua Lakpesdam PCNU Kota Samarinda, Muhammad Fajri, menyebut bahwa pertemuan ini menghasilkan kesepahaman yang kuat antar lembaga.
“Semua unsur yang hadir, mulai dari Bapperida, Disdikbud, hingga TWAP, sepakat memajukan SDM Samarinda. Bahkan mereka sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan NU,” jelas Fajri. Rabu (30/04/25) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Lakpesdam menerima berbagai masukan konkret untuk mendukung pengembangan SDM. Beberapa di antaranya adalah perlunya diklat khusus bagi guru agama, pelibatan NU dalam edukasi lingkungan di tingkat kelurahan, serta pentingnya menggunakan data faktual sebagai dasar setiap kajian.
Dukungan juga datang dari Ronny Surya, selaku perwakilan Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia. Ia menegaskan bahwa Pemkot siap memfasilitasi inisiatif Lakpesdam, termasuk menghadirkan instansi terkait dalam setiap pertemuan strategis.
“Kami siap membantu, terutama dalam penyediaan data yang dibutuhkan untuk pengembangan oleh Lakpesdam PCNU Samarinda untuk masyarakat Samarinda,” ujarnya.
Sementara itu, Suwar dari TWAP Kota Samarinda juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung visi besar Wali Kota Samarinda yang berfokus pada tiga sektor utama, yaitu SDM, ekonomi, dan infrastruktur. Untuk pengembangan SDM, TWAP telah menyusun sejumlah program, tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga menyasar masyarakat luas.
“Kami ingin NU turut ambil bagian dalam program edukasi lingkungan, seperti pemahaman pengelolaan sampah untuk mewujudkan Samarinda yang bersih, serta pendidikan keluarga di tingkat rumah tangga,” harap Suwar.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi sinyal positif bahwa pengembangan SDM di Samarinda tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan organisasi masyarakat, termasuk NU.
(Zul/Sean-Ed/Smd)










