Dorong Pembelajaran Inklusif, Ketua Komisi X DPR-RI Usulkan Pemahaman Konseling Bagi Seluruh Guru

- Redaksi

Sabtu, 9 November 2024 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi X DPR-RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian MPP

Foto: Ketua Komisi X DPR-RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian MPP

Lintasjejaring.com, Samarinda- Pentingnya support lingkungan terhadap dunia pendidikan anak. Mulai dari orang tua, hingga keahlian merangkul para guru kepada siswa, menjadi salah satu kunci utama suksesnya pendidikan generasi bangsa.

Lingkungan di rumah dan sekolah, berfungsi sebagai pondasi utama dalam membentuk pendidikan anak yang holistik. Lingkungan yang kondusif dapat membangun karakter, kecerdasan, serta kesejahteraan mental dan emosional anak, sehingga anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Menggaris bawahi pentingnya suasana lingkungan belajar anak, Ketua Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian MPP mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki Tim penilaian sistem pendidikan nasional, yang berfungsi sebagai tim utama dalam melihat kondisi lapangan terkait lingkungan belajar serta sistem pendidikan yang diterapkan.

“Kita saat ini punya tim assesmen nasional, dan itu sangat penting. Nanti fungsinya adalah menilai lingkungan belajar, sistem pendidikan kita seperti apa. Nah ini sangat penting, agar keberlanjutannya kita bisa menyesuaikan,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini dunia pendidikan seringkali mendapatkan suasana negatif seperti bullying, yang sangat meresahkan bagi psikologis peserta didik. Sehingga, hal ini menjadi perhatian penting bagi dirinya di Komisi yang membidangi tentang pendidikan.

“Seperti soal tingkat toleransi, atau bahkan yang lebih parahnya adalah bullying. Nah, apakah hal itu terjadi di sekolah atau seperti apa?. Karena salah satu yang dapat menyebabkan anak kita itu stress, adalah lingkungan yang kurang kondusif,” papar Hetifah.

Politisi petahana asal Kaltim di DPR-RI tersebut tidak hanya menyoroti lingkungan belajar peserta didik di sekolah saja. Namun, dirinya juga turut menyinggung soal peran orang tua di lingkunga rumah terhadap tumbuh kembang peserta didik.

Baca Juga:  Resmi! Striker Legenda Eropa Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

“Kedua, tidak kalah pentingnya adalah kondisi rumah (rangkulan orang tua). Kalau misalnya orang tua terlalu menekan, itu juga mempengaruhi psikologis dan emosional si anak,” bebernya.

Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak tak hanya berpengaruh pada hasil akademik, tapi juga pada aspek sosial dan emosional anak. Dukungan yang konsisten dari orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat bagi anak untuk menghadapi dunia dan menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Menyikapi hal tersebut, sebagai pendongkrak dan langkah strategis, wanita karir lulusan Fienders University, Australia dan National University of Singapore (NUS) tersebut mengusulkan agar para guru secara menyeluruh dapat dibekali dengan ilmu konseling.

Baca Juga:  Sujarwo : RPJMD Harus Jadi Prioritas Bupati Terpilih

“Salah satu terobosannya, adalah memasukkan materi tentang bimbingan konseling di setiap guru BK, tidak hanya guru BK ya, tapi semua guru harus mengerti bagaimana bimbingan konselingnya disetiap jenjang (SD/SMP/SMA),” paparnya.

Tujuannya, adalah untuk memberikan karakter yang dapat memahami kondisi peserta didik selama proses pembelajaran di sekolah. Namun di sisi lain, dirinya juga menyoroti betapa pentingnya pendidikan berbasis parenting bagi para orang tua.

“Kemudian juga, perlunya pendidikan parenting bagi orang tua. Kedepan mungkin ini bisa menjadi program terobosan yang bagus,” tandasnya.

(Zul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Mualem Beri Lampu Hijau, Bantuan Internasional Bisa Masuk Di Tanah Aceh
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 05:21 WITA

Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA