Sri Puji Astuti Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak Di Samarinda

- Redaksi

Minggu, 18 Mei 2025 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda

Foto : Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda –  Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Samarinda menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Ia menilai peningkatan laporan menjadi sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat, namun juga bisa menjadi alarm bahaya jika tidak disertai penanganan yang memadai.

“Banyaknya laporan jangan sampai tidak diikuti penyelesaian. Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi bom waktu,” ujar Sri Puji, Minggu (18/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, penanganan kekerasan tidak cukup hanya pada tahap pelaporan dan pendataan. Yang lebih penting, kata dia, adalah perlindungan nyata bagi korban dan tindak lanjut atas setiap laporan.

“Regulasi sudah ada, sistem sudah berjalan. Tapi kalau masyarakat belum diedukasi, semua akan berjalan tidak efektif,” tegasnya.

Berdasarkan data Maret 2025, Samarinda mencatatkan 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tertinggi di Kalimantan Timur.

Baca Juga:  BKPSDM Kukar Kaji Masukan BKN untuk Penataan P3K Optimalisasi
Baca Juga:  Wakil Bupati Bulungan Turun Langsung Padamkan Karhutla di Mangkupadi

Sri Puji juga mendorong pemerintah untuk menggunakan pendekatan komprehensif, mulai dari penguatan regulasi, peran aktif masyarakat, hingga pembenahan kelembagaan dalam melindungi perempuan dan anak.

Salah satu sorotannya adalah keberadaan rumah aman di bawah UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Ia menilai lokasi dan fasilitas yang ada saat ini belum ideal karena tidak terintegrasi dengan layanan penting seperti rumah sakit, sekolah, dan bantuan sosial.

“Korban butuh pendampingan menyeluruh. Akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial sangat penting,” katanya.

Menurutnya, fasilitas rumah aman yang ada saat ini belum memenuhi standar yang seharusnya.

“Rumah aman itu harus steril, dijaga satpam, dan bahkan seharusnya punya sistem pengawasan seperti rumah sakit, misalnya ada komisaris,” tutupnya.

 

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Baca Juga:  BAZNAS Kaltim Gelar Program 5000 Service Gratis, Dukung Mustahik Tetap Produktif

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
DPRD Samarinda Desak PLN Buka Penyebab Pemadaman dan Target Perbaikan
Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas
Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober
Parkir Berlangganan Tak Wajib, DPRD Samarinda Minta Layanan Diperjelas
Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:08 WITA

DPRD Samarinda Desak PLN Buka Penyebab Pemadaman dan Target Perbaikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas

Berita Terbaru