Lintasjejaring.com, Samarinda — Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu disinergikan dengan program-program lokal agar benar-benar berdampak pada penguatan ekonomi rakyat di tingkat kelurahan.
“Program nasional harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan daerah. Di Samarinda, konsep koperasi bisa diarahkan agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Joha, Kamis (19/6/25).
Sebanyak 59 koperasi telah resmi dibentuk di Samarinda pada 24 Mei 2025, sebagai bagian dari inisiatif nasional yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini mendapat sambutan positif, namun tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan potensi tumpang tindih dengan peran BUMDes yang sudah lebih dulu hadir di sejumlah wilayah.
Menanggapi hal itu, Joha menyebut kekhawatiran tersebut wajar, namun tidak semestinya menjadi penghalang.
“BUMDes dan Kopdes sama-sama bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Justru keduanya bisa saling melengkapi jika pola pengelolaannya dirancang secara sinergis dan efisien,” tegasnya.
Joha menekankan bahwa potensi besar dari unit usaha di tingkat desa bisa dioptimalkan bila didukung oleh pendampingan, pengawasan, dan kebijakan yang adaptif.
Pemerintah daerah, menurutnya, harus hadir aktif tidak hanya saat peluncuran, tapi juga dalam proses penguatan kelembagaan dan manajemen koperasi ke depan.
“Semakin banyak aktivitas ekonomi di desa, semakin terbuka peluang pertumbuhan. Tapi tanpa pengawasan dan pendampingan, kita bisa kehilangan arah,” katanya.
Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa kunci sukses keberlangsungan koperasi terletak pada partisipasi aktif warga. Pengelolaan yang transparan dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan menjadi hal mutlak.
“DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan regulasi. Tapi keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen eksekutif dan keterlibatan masyarakat secara nyata,” tuturnya.
Ia pun mengajak semua pihak memanfaatkan momentum ini untuk menghidupkan kembali semangat kolektif membangun ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
(Ard/ADV DPRD Samarinda)









