LINTASJEJARING.COM, BERAU – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Abdul Waris, menekankan perlunya perhatian serius dari perusahaan kelapa sawit terhadap sistem pembuangan limbah.
Pernyataan ini disampaikan menyusul lonjakan harga jual kelapa sawit yang berdampak pada peningkatan produksi di Batiwakkal.Peningkatan produksi yang melonjak ini menyebabkan banyak limbah sampah yang tidak terkontrol dengan baik.
“Wajib bagi perusahaan memastikan pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar pemukiman warga,” tegasnya pada Selasa, 22 Oktober 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Waris mengingatkan bahwa limbah yang dikelola sembarangan dapat merusak ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat. Peningkatan jumlah produksi sawit juga harus dibersamai dengan pengendalian limbah yang tepat dan efisien.
Waris mengajak dinas terkait, pemerintah daerah, dan TNI-Polri untuk bersinergi dalam penanganan limbah. Ia merekomendasikan pemeriksaan rutin minimal tiga kali sebulan terhadap perusahaan kelapa sawit untuk memastikan sistem penyaringan berfungsi optimal.
Selain itu, ia mengusulkan program pelatihan untuk manajemen perusahaan tentang praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Tindakan ini guna mencegah dan mewaspadai adanya oknum-oknum yang membuang limbah sawit secara asal – asalan dan tidak memedulikan lingkungan.
“Kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari strategi bisnis mereka,” ujarnya.
Dengan kolaborasi ini, Waris berharap dampak negatif industri kelapa sawit dapat diminimalkan, menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan di Batiwakkal.
(sean/adv/DPRD Berau)









