LINTASJEJARING.COM. BERAU — Menanggapi kelangkaan gas LPG 3 kg yang melanda Kabupaten Berau, Abdul Waris, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa situasi ini perlu ditangani secara serius agar tidak berlarut-larut.
“Kelangkaan LPG ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada gas untuk kebutuhan memasak,” ucapnya.
Ia menilai bahwa kelangkaan ini bukan hanya masalah pasokan, tetapi juga mencerminkan perlunya peningkatan dalam sistem distribusi dan logistik yang ada. Waris menggaris bawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, distributor, dan pihak pelabuhan untuk mencari solusi yang efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mendorong semua pihak untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik. Kita perlu memastikan bahwa pasokan gas dapat berjalan lancar dan terjamin,” ujarnya. Rabu (23/10/24).

Ia juga menyarankan agar pengaturan jam operasional tim kepanduan diperluas, sehingga proses bongkar muat dapat berlangsung lebih efisien. Lebih jauh, Abdul Waris mengingatkan bahwa solusi jangka panjang harus menjadi fokus utama.
“Kami di DPRD akan mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penambahan armada kapal dan perbaikan infrastruktur distribusi LPG. Kita tidak bisa terus-menerus menghadapi masalah yang sama,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar masyarakat tetap tenang dan bersabar. Ia akan terus menyerukan persoalan ini kepada pihak pemerintah agar dapat segera diatasi sehingga permasalahan ini tidak berlangsung terlalu lama serta adanya inovasi dari pemerintah sehingga di masa depan permasalahan ini tidak kembali terjadi.
“Kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak terkait. Semoga dalam waktu dekat, kelangkaan ini dapat teratasi dan kebutuhan masyarakat akan gas LPG dapat terpenuhi,” pungkas Abdul Waris.
(sean/adv/DPRD Berau)









