LINTASJEJARING.COM, Kutai Timur – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rony Bonar menjelaskan terkait jaringan internet yang belum merata serta minimnya jumlah penduduk di area yang kurang terjangkau jaringan internet.
Pemerataan jaringan internet di beberapa titik di Kab. Kutai Timur, di akui Kadiskominfo Staper belum terealisasikan secara merata. Berdasarkan penjelasan Rony, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kuantitas penduduk yang masih minim di beberapa titik di Kutim.
“Kurangnya jumlah penduduk pada wilayah – wilayah tertentu lah yang menjadi alasan provider belum melirik untuk mengadakan pembangunan tower jaringan internet pada wilayah – wilayah tersebut. Provider tidak ingin membangun tower jika dari kacamata bisnis mereka tidak diuntungkan,” jelas Rony Bonar selaku Kadis Komindo Staper Kutim, di sangatta rabu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kacamata bisnis, ketersediaan konsumen bagi para penyedia provider merupakan hal yang utama. Berdasarkan penjelasan Rony, para provider membutuhkan konsumen yang cukup untuk dapat membangun tower jaringan.

Disisi lain, luasnya wilayah geografis dari Kabupaten Kutai Timur turut menentukan jumlah persebaran masyarakat. Dengan beberapa wilayah padat penduduk dan wilayah lainnya minim penduduk, membuat titik jaringan lebih banyak terpusat ke daerah-daerah yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak.
Sebagai upaya antisipasi, pihaknya kini tetap memaksimalkan kebutuhan internet bagi masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memenuhi kebutuhan internet di tiap kantor desa. Saat ini, terdapat 135 kantor desa serta 2 kantor kelurahan Kutim yang telah menyediakan jaringan internet gratis.
“Untuk saat ini, pembiayaan kami hanya dapat sejauh itu,” jelasnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa terhitung tahun ini, pihaknya akan memasang jaringan internet pada setiap sekolah yang ada di wilayah Kutim. Pemasangan internet ini juga akan diselesaikan menggunakan anggaran perubahan tahun 2024.
“Kita akan mengusahakan tahun ini di 18 kecamatan, untuk di sekolah negeri terlebih dahulu, untuk saat ini ada sekitar 191 sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP,” tutupnya.
(Sean/Diskominfo Staper Kutim/Man)









