Lintasjejaring.com, Penajam – Pemanfaatan lahan di sekitar rumah menjadi salah satu upaya yang disiapkan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Melalui program pelatihan pengelolaan pekarangan, sebanyak 23 petani dari kelompok masyarakat miskin akan dibekali keterampilan mengembangkan kegiatan pertanian skala rumah tangga. Jumat (30/10/2026).
Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan inflasi. Dengan memanfaatkan pekarangan secara lebih optimal, keluarga diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pembelian di pasar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan program tersebut masih dalam tahap persiapan, termasuk proses pengadaan kebutuhan pelatihan. Setelah tahap tersebut selesai, peserta akan mengikuti pelatihan dan lokakarya mengenai pengelolaan pekarangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini kami masih memproses belanja untuk program penanggulangan kemiskinan yang menyasar 23 petani. Setelah itu, mereka akan mengikuti pelatihan dan workshop pengelolaan pekarangan,” ujar Gunawan.
Pekarangan untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Gunawan menjelaskan, pengelolaan pekarangan memiliki keterkaitan dengan upaya pengendalian inflasi daerah. Kegiatan pertanian dalam skala rumah tangga diharapkan dapat membantu masyarakat menyediakan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Menurutnya, pemberian keterampilan kepada masyarakat menjadi salah satu cara menghubungkan program pengendalian inflasi dengan penanggulangan kemiskinan. Dengan kemampuan mengelola lahan yang tersedia, peserta diharapkan dapat memperoleh manfaat langsung untuk kebutuhan keluarga.
“Harapan kami, program pengendalian inflasi ini juga bisa menjadi bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan pekarangan. Keterampilan ini diharapkan dapat diterapkan sesuai kondisi lahan dan kemampuan masing-masing keluarga.
Pemanfaatan lahan rumah tangga juga menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung ketersediaan pangan di tingkat keluarga. Meski demikian, keberlanjutan kegiatan tetap membutuhkan kemauan peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah pelatihan selesai.
Penentuan Peserta Mengacu Data Pemerintah
Dalam menentukan penerima program, Distan PPU menggunakan data yang telah disediakan pemerintah. Gunawan menyebutkan, penetapan kelompok sasaran dilakukan dengan mencocokkan sejumlah sumber data, termasuk P3KE dan DTKS.
Untuk kategori petani miskin, pihaknya mengacu pada kelompok desil 1 hingga desil 4 sesuai ketentuan yang digunakan dalam program tersebut.
“Penentuan penerima tetap mengacu pada data yang tersedia. Namun, kami juga melihat kondisi di lapangan. Jika ada kondisi khusus yang perlu dipertimbangkan, bisa disertai hasil identifikasi dan surat keterangan dari kelurahan,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut dilakukan agar penerima program sesuai dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan. Data administrasi menjadi acuan, sementara informasi lapangan dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai keadaan calon peserta.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, para peserta bisa terus memanfaatkan pekarangan yang dimiliki. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” harap Gunawan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghubungkan pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, dan pengendalian inflasi melalui kegiatan pertanian yang dapat dimulai dari lingkungan rumah.
(Mat/ADV)









