Oleh : Annisa Mutiara January
Sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah, saya memahami bahwa dunia kerja menuntut lebih dari sekadar kemampuan akademik. Dunia industri bergerak cepat, dinamis, dan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga terampil mengambil keputusan, mampu beradaptasi, dan memiliki etika profesional yang kuat. Karena itu, kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi saya bukan sekadar kewajiban kurikulum, tetapi fondasi penting dalam membentuk karakter sarjana yang tangguh dan profesional.
Melaksanakan PKL di PT Salsabila Global Wisata Samarinda memberi saya ruang belajar yang tidak saya dapatkan sepenuhnya di kelas. Perusahaan ini bergerak di bidang layanan perjalanan wisata dan umrah, yang dalam operasionalnya sangat menekankan kepercayaan, ketelitian, dan pelayanan prima—nilai-nilai yang selaras dengan karakteristik Manajemen Dakwah. Di sinilah saya merasakan bahwa mahasiswa dakwah juga harus memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni untuk dapat berperan dalam industri jasa keagamaan yang semakin kompetitif.
Selama PKL, saya belajar bahwa profesionalisme tidak dibangun dalam sehari. Ada proses panjang berupa kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan kesediaan untuk terus belajar dari lingkungan. Ketika terlibat dalam pelayanan administrasi, pendampingan jamaah, hingga pengelolaan informasi perjalanan, saya dituntut untuk bersikap cermat, jujur, dan bertanggung jawab. Tuntutan inilah yang perlahan membentuk mentalitas kerja yang lebih matang dan terarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, PKL memperkenalkan saya pada dunia kerja yang nyata: tekanan pekerjaan, tuntutan layanan yang cepat, dan pentingnya kerja sama tim. Di balik semua itu, saya menemukan bahwa ketangguhan seorang sarjana tidak hanya tercermin dari seberapa banyak ia memahami teori, tetapi dari seberapa kuat ia mampu bertahan, bangkit, dan memberikan solusi dalam situasi yang nyata. Di PT Salsabila Global Wisata, pembelajaran ini hadir setiap hari dan menjadi bekal berharga bagi langkah profesional saya ke depan.
Pada akhirnya, PKL bagi saya adalah wadah pembentukan diri. Ia bukan hanya pengalaman kerja sementara, tetapi proses aktualisasi antara ilmu yang saya pelajari di kampus dan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui PKL, saya belajar menjadi pribadi yang lebih siap, lebih berani, dan lebih profesional. Saya yakin, pengalaman ini akan menjadi pijakan kuat bagi saya sebagai calon sarjana Manajemen Dakwah yang tidak hanya memahami nilai-nilai dakwah, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang bermutu bagi masyarakat.
#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM









