Dunia Tengah Terbakar Dalam Diam, Rusia Yakin PD III Sudah Dimulai Sejak 2014

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 03:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Dewan Urusan Internasional Rusia, Peneliti Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia, Dmitry Trenin.

Foto : Anggota Dewan Urusan Internasional Rusia, Peneliti Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia, Dmitry Trenin.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Gejolak konflik perang yang berkecamuk di berbagai wilayah di dunia, menjadi landasan bahwa Perang Dunia III (PD 3) dianggap telah berjalan. Sebagian pihak bahkan menganggap bahwa, perang ini sudah berlangsung walaupun, masih dalam bentuk yang terkamuflase dan dalam berbagai bentuk.

Hal ini sendiri, disampaikan oleh Dmitry Trenin, selaku Peneliti dari Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Urusan Internasional Rusia (Russian International Affairs Council/RIAC).

“Dunia kita sudah lama jatuh dalam peperangan, akan tetapi, tidak semua orang sadar akan situasi dunia, yang sudah berjalan selama ini,” ucapnya dalam analisa terbarunya, yang telah diterbitkan oleh Majalah Profile.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengatakan, bahwa fase pra – perang dunia ini, bagi negaranya yakni Russia, telah dimulai sejak tahun 2014 lalu, dan bagi negara Tiongkok sudah dimulai dari Tahun 2017, dan untuk negara Iran sudah dimulai sejak 2023.

Baca Juga:  Buka Puasa Dan Santunan, IKA PMII Kaltim Perkuat Solidaritas Internal

Dalam kacamatanya, sejak waktu itu dunia telah memasuki tahap konflik baru, yang lebih intensif dari sebelumnya. Bentuknya bukan lagi perihal kekuatan militer, akan tetapi konflik menyeluruh seperti, sabotase ekonomi, agitasi sosial, dan destabilisasi internal negara – negara lawan.

Ia juga menekankan pada keterlibatan langsung negara – negara NATO (North Atlantic Treaty Organization), yakni Inggris, Perancis dan negara – negara Eropa lainnya, dalam serangan Rusia kepada Ukraina melalui dukungan – dukungan yang diberikan.

“Negara Ukraina itu hanyalah alat, Brussels sedang mempersiapkan skala perang yang cakupannya lebih luas,” jelasnya.

Menurutnya, Perang Global ini telah dipicu oleh rasa takut Barat pada bangkitnya kekuatan baru, seperti Rusia dan Tiongkok, yang menurut Barat merupakan, sebuah ancaman terhadap dominasi dari Geopolitik dan ideologi Barat.

“Tentunya ini bukan sekadar pertarungan Geopolitik, ini merupakan perang eksistensial bagi barat. Globalisme tentunya tidak mentolerir alternatif,” tegasnya.

Ia mendorong agar Rusia tidak lagi bersikap defensif. Ia menegaskan pada pentingnya mobilisasi nasional yang cerdas, penguatan pada sektor teknologi, ekonomi, dan demografi, serta perlunya konsolidasi dengan mitra strategis seperti Belarus dan Korea Utara. Hasil analisanya, retaknya kesatuan Uni Eropa dapat menjadi celah taktis bagi Rusia.

Baca Juga:  Sambut Liga Champions Musim Depan, Chelsea Siap Belanja Pemain Lagi

Tak lupa ia juga menyampaikan terkait, Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih, dan menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) lagi. Dapat memberi ruang taktis pada pengurangan tekanan militer AS pada Rusia, akan tetapi ia juga mengingatkan tentang kebijakan luar negeri AS, yang akarnya tetap bersifat konfrontatif.

Trenin bahkan memberikan pernyataan yang lebih tajam, ia menyebutkan bahwa jika eskalasi tidak lagi dapat dihindari, maka Rusia perlu melakukan serangan Pre – Emptif, termasuk penggunaan persenjataan nuklir jika dibutuhkan.

“Mekanisme Pencegahan harus aktif, jika dibutuhkan, kita harus siap menggunakan cara khusus dengan kesadaran penuh, pada konsekuensi didepan,” tekannya.

Bahkan dalam sudut pandangnya, kemenangan dalam konflik ini tidak hanya diukur oleh kependudukan wilayah, akan tetapi juga pada keberhasilan dalam menggagalkan rencana lawan. Ia mengakhiri pernyataannya dengan suatu penegasan tajam, bahwa perang saat ini telah mencakup seluruh lini, mulai dari militer hingga narasi informasi.

“Waktu untuk ilusi kedamaian telah berakhir. Kita sedang dalam kondisi Perang Dunia. Satu – satunya jalan ke depan, adalah melalui tindakan yang berani, dan strategis,” tandasnya.

 

Baca Juga:  Abdul Waris: TPI Tanjung Batu Sebagai Solusi Cerdas Untuk Peningkatan PAD Dan Kesejahteraan Nelayan

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Proyek Township 100 Hektare Di Samarinda Seberang Ditolak, Karang Taruna Soroti Risiko Longsor
Wafatnya Ali Khamenei Akibat Gempuran Serangan Udara, Pemerintahan Tangan Besi Iran Runtuh Dalam Satu Malam
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WITA

Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA