LINTASJEJARING.COM, BERAU – Abdul Waris, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, mengajak Dinas Perikanan (Diskan) Berau untuk lebih giat dalam mengawasi produksi ikan di wilayah Tanjung Batu, terutama setelah diresmikannya Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Abdul Waris menekankan bahwa kehadiran TPI di Tanjung Batu bertujuan untuk memusatkan kegiatan pendaratan ikan, sehingga pengawasan dan pengendalian menjadi lebih efektif. Dengan keberadaan TPI ini juga dapat memudahkan para nelayan untuk menjual hasil tangkapannya.
“Dengan adanya TPI ini, aktivitas pendaratan ikan dapat lebih terfokus, dan nelayan pun akan lebih terkontrol,” ucapnya.
Ia juga menggarisbawahi perlunya pengelolaan produksi ikan yang lebih optimal, mengingat selama ini banyak nelayan yang menjual hasil tangkapannya langsung kepada pengepul. Kondisi ini sendiri mendapat perhatian khusus dari Abdul Waris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika terus dibiarkan, nantinya akan berdampak pada kerugian Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya. Kamis (25/10/24).

Selama ini, keberadaan pengepul yang tidak terpusat menyulitkan Diskan Berau dalam melakukan pemantauan. Hal inilah menjadi salah satu permasalahan yang dapat berimbas pada PAD Kabupaten Berau.
“Banyak nelayan yang tidak melaporkan hasil tangkapan mereka dan langsung menjualnya kepada pengepul,” jelas Abdul Waris.
Politisi Partai Demokrat ini menekankan pentingnya inovasi dari Diskan Berau untuk mengontrol produksi ikan, terutama di perairan Pulau Derawan dan sekitarnya. Dengan pengawasan yang tepat akan dapat meminimalisir kerugian – kerugian yang ada.
“TPI ini seharusnya tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memasarkan hasil tangkapannya,” pungkasnya.
(sean/adv/DPRD Berau)









