Lintasjejaring.com, Samarinda – Santri Pondok Pesantren Modern Al – Muhajirin, Desa Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara, mengikuti Sosialisasi Anti – Kekerasan yang digelar mahasiswa KKN Tematik Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda.
Kegiatan ini sendiri, berlangsung selama dua hari, mulai dari Kamis (14/8/2025) dan Sabtu (16/8/2025), dengan tema “Peningkatan Kesadaran Anak & Remaja Tentang Kekerasan Serta, Bahaya Penggunaan Gawai”.
Hari Pertama : Santri Belajar Stop Bullying
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan, dari Ustadz Muhammad Nuruddin, S.Pd.I, yang menegaskan bahwa, bullying merupakan sebuah pelanggaran terberat di pondok.
“Bullying tidak hanya merusak mental korban, tetapi juga mengancam masa depan mereka. Karena itu, setiap santri diimbau untuk menjauhi segala bentuk kekerasan,” pesannya.
Materi terkait Stop Bullying, disampaikan langsung eh Diajeng Laily Hidayati, M.Si, yang menjelaskan, bentuk – bentuk perundungan beserta dampaknya. Usai pemaparan, mahasiswa KKN mengajar para santri, untuk mengikuti aktivitas reflektif, seperti “Kertas Perundungan”, kartu bibit bullying, hingga penulisan pengalaman pribadi. Cara ini, membuat santri lebih peka, dan berani menolak segala bentuk kekerasan.

Hari Kedua : Bahaya Ekstremisme Dan Gawai
Di hari yang kedua, Nurdiana Saputri, M.A dan Annisa Wulandari, menjadi pemateri tentang ekstremisme, penggunaan gawai, serta bahaya pornografi. Diskusi dilanjutkan, dengan perkenalan kartu anti – kekerasan, sebagai media refleksi.

Kegiatan ditutup, dengan penandatanganan Deklarasi Integritas Anti – Kekerasan, serta pembuatan video pernyataan, “Tolak Kekerasan Di Pondok Pesantren” sebagai bentuk simbol komitmen bersama, untuk menciptakan lingkungan pesantren, yang aman dan sehat.
Bekal Karakter untuk Generasi Muda
Melalui Program ini, mahasiswa KKN – Tematik FUAD UINSI Samarinda berharap, para santri dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini, tentang bahaya kekerasan dan penggunaan gawai, yang tidak bijak.
Kolaborasi kampus dan pesantren ini, diharapkan mampu mencetak generasi berakhlak, cerdas, dan tanggung untuk menghadapi tantangan zaman.
(Sean)









