Dayung Bersambut, Gelora Bara Pati Bergema Hingga Cirebon

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 10:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Lintasjejaring.com, Cirebon – Kini giliran Kota Cirebon, Jawa Barat, yang heboh soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Warga Kota Cirebon mengancam akan menggelar demo untuk menolak kenaikan PBB yang disebut-sebut mencapai hingga 1.000%.

Dikutip dari Tribun Jawa Barat pada Rabu (13/08/25) kemarin, warga yang tergabung dalam Paguyuban Pelangi Cirebon menilai kebijakan yang diambil pemerintah daerah tersebut tidak masuk akal. Mereka beranggapan, kenaikan PBB hingga 1.000% sangat memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

Baca Juga:  Dukung DOB Kutai Utara, Bambang Bagus Katakan Pembangunan Akan Pesat

Juru bicara Paguyuban Pelangi Cirebon, Hetta Mahendrati, mencontohkan kasus di Pati yang mengalami kenaikan PBB hingga 250% dan akhirnya dibatalkan. Menurutnya, hal serupa juga bisa terjadi di Kota Cirebon.

“Kenaikan PBB sampai 1.000% ini sangat memberatkan warga Cirebon,” ucap Hetta, di kutip dari Tribun Jawa Barat.

Kenaikan PBB yang memblusak twrsebut twrtuang didalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi.

Heta menambahkan, penolakan terkait kenaikan PBB sebenarnya sudah dilakukan sejak Januari. Namun, ia merasa miris karena sering dianggap hanya mewakili 1% masyarakat yang terdampak. Padahal, menurutnya, hampir semua warga mengalami kenaikan, meski bervariasi mulai dari 100% hingga 200%.

“Ya meskipun hanya 1% atau bahkan setengah persen pun itu tetap warga Cirebon. Dan tentu harus didengarkan oleh stake holder Corebon,” tandasnya dengan tegas.

 

Baca Juga:  Target Produksi Ikan 30,85 Juta Ton, Aruna Siap Bantu Pemerintah Capai Target

(Sul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Mualem Beri Lampu Hijau, Bantuan Internasional Bisa Masuk Di Tanah Aceh
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 05:21 WITA

Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA