LintasJejaring.com, SAMARINDA – Gebrakan Baru dari Domino, permainan yang selama ini identik dengan santai di warung kopi kini bertransformasi, menjadi cabang olahraga kompetitif yang serius. Di Kalimantan Timur (Kaltim), domino tengah memasuki babak baru setelah Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kaltim membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan menyiapkan atlet menuju level nasional.
Langkah besar itu ditandai dengan rencana pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang akan digelar dalam waktu dekat sebagai ajang seleksi atlet terbaik daerah. Kompetisi ini bukan sekadar turnamen, melainkan pintu masuk bagi para pemain domino Kaltim untuk tampil di panggung yang lebih tinggi.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Kaltim, H. Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa pihaknya serius mengangkat domino dari sekadar permainan hiburan menjadi olahraga prestasi yang diakui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Domino sekarang sudah punya wadah resmi. Tidak lagi sekadar permainan di pos ronda atau pinggir jalan, tapi sudah masuk ke sistem olahraga yang terstruktur,” ujarnya.
Menurutnya, Kejurprov yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April menjadi momen krusial dalam menjaring atlet potensial dari berbagai daerah di Kaltim. Para pemenang nantinya akan diproyeksikan mewakili daerah pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bogor.
“Setelah Kejurprov, atlet terbaik akan kita kirim ke Kejurnas tanggal 24 sampai 26. Ini langkah awal kita untuk bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.
Saat ini, ORADO Kaltim telah membentuk kepengurusan di 10 kabupaten/kota. Infrastruktur organisasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem domino yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, ORADO juga mulai menerapkan standar kompetisi resmi, mulai dari pembagian kategori usia hingga sistem pertandingan. Kategori yang dipertandingkan meliputi kelas junior usia 14–18 tahun dan kelas senior di atas 18 tahun, dengan sistem permainan berpasangan.
“Kami juga sudah menyiapkan perangkat pendukung seperti pelatihan wasit dan regulasi pertandingan. Jadi ini bukan lagi sekadar main, tapi sudah masuk ranah olahraga profesional,” ungkap Awaluddin.
Transformasi ini sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan organisasi yang semakin solid, ORADO Kaltim optimistis mampu mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional, bahkan membuka jalan menuju panggung yang lebih besar.
“Kami yakin atlet-atlet Kaltim punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita wadahi dan arahkan secara serius,” pungkasnya.
(Kinka)









