Lintasjejaring.com, Samarinda – Dr. Ir. H. Hassanudin Mas’ud, S. Hut., M.E, Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menegaskan bahwa seluruh hasil reses, yang telah disampaikan secara resmi, melalui rapat paripurna, wajib dikolaborasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Pernyataan tersebut, disampaikannya usai rapat paripurna penyampaian hasil reses, dari 10 Kabupaten/Kota di Kaltim.
“Hasil reses yang telah kami serahkan, secara resmi dalam rapat paripurna, harus disampaikan kepada pemerintah. Nantinya, pemerintah akan mengintegrasikan hasil ini, ke dalam RKPD, sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, setelah masuk kedalam RKPD, program – program hasil reses nantinya, akan dibahas dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), tahun 2025 – 2026. Selanjutnya, program tersebut, diterjemahkan kedalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKAS – SKPD).
“Kita punya 46 SKPD. Hasil reses itu, akan dikolaborasikan di situ, dan kemudian menjadi bagian, dari rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa, meskipun tidak semua usulan masyarakat, bisa langsung diakomodasi, karena keterbatasan anggaran atau penyesuaian program, aspirasi dari reses tetap memiliki kedudukan penting. Dalam struktur perencanaan, aspirasi tersebut dikategorikan, sebagai pokok – pokok pikiran (pokir) DPRD, yang berasal dari jaring aspirasi anggota, di seluruh dapil.
“Pokir ini, merupakan kebutuhan masyarakat, yang dihimpun oleh anggota dewan, dari seluruh kabupaten/kota. Jadi sifatnya wajib, untuk masuk ke dalam RKPD, dan harus dikolaborasikan, dalam rencana pembangunan. Ini bukan sekadar masukan biasa,” tegasnya.
Hasannudin berharap, Pemerintah Daerah dapat terus membuka ruang dialog, dan kolaborasi agar pokok – pokok pikiran DPRD, tidak hanya tercatat, tetapi juga dapat direalisasikan, secara bertahap melalui program yang konkret.
(Sean)









