Soroti Sekolah Rakyat, Anhar : Program Pendidikan Jangan Perkuat Label Kemiskinan

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025 - 06:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Lintasjejaring.com, Samarinda — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyampaikan kritik tajam terhadap program Sekolah Rakyat (SR) yang diluncurkan pemerintah pusat.

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut bukan solusi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan, melainkan justru menciptakan citra bahwa kota yang ditetapkan sebagai lokasi SR masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem.

“Program ini bukan prestasi, justru alarm. Kalau suatu daerah dijadikan lokasi Sekolah Rakyat, artinya wilayah itu dianggap belum bebas dari kemiskinan ekstrem,” ujar Anhar, Selasa (17/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anhar menilai, konsep penerimaan siswa yang didasarkan pada kondisi ekonomi justru menciptakan segmentasi dalam dunia pendidikan.

Ia menolak narasi bahwa program ini adalah bentuk keberpihakan, karena faktanya label “khusus untuk warga miskin” bisa memperkuat stigma sosial.

“Kita tidak boleh membanggakan program yang justru menegaskan ketimpangan. Pendidikan itu harus menyatukan, bukan membedakan,” tegasnya.

Ia membandingkan program SR dengan kebijakan pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui program GratisPoll.

Baca Juga:  Abdul Waris Minta Layanan IGD 24 Jam Di Daerah Terpencil Tetap Dipertahankan

Menurut legislator dari PDI Perjuangan itu, GratisPoll jauh lebih adil karena berlaku untuk semua tanpa syarat ekonomi.

“Program Pemprov Kaltim sudah tepat. Siapa pun boleh sekolah tanpa harus dilabeli miskin atau tidak. Itu lebih manusiawi dan setara,” katanya.

Terkait alokasi anggaran, ia mempertanyakan efektivitas pembangunan fisik sekolah baru yang segmentatif.

Baca Juga:  Tegaskan Tidak Terlibat Baksos, DEMA UINSI Samarinda Kokoh Berpihak Rakyat

Menurutnya, dana besar yang dikucurkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat seharusnya bisa dialihkan menjadi bentuk bantuan langsung seperti beasiswa.

“Buat apa bangun gedung baru tapi muridnya sudah ditentukan harus dari kelompok miskin? Lebih baik dananya jadi beasiswa langsung ke siswa. Lebih tepat sasaran dan kecil kemungkinan disalahgunakan,” ungkapnya.

Isu potensi penyimpangan anggaran juga menjadi kekhawatiran Anhar. Ia menilai bahwa proyek infrastruktur pendidikan, seperti pembangunan gedung, kerap memiliki celah korupsi yang sulit diawasi. Sementara skema bantuan langsung dinilai lebih transparan.

“Kalau dana beasiswa, misalnya Rp25 juta, ya itu juga yang diterima siswa. Angkanya jelas, risiko korupsinya minim,” ujarnya.

Lebih jauh, Anhar menyayangkan jika program ini dijadikan alat pencitraan politik oleh pemerintah pusat. Ia menilai narasi “bantuan pusat” semestinya tidak menutupi fakta bahwa masih ada ketimpangan dalam akses pendidikan berkualitas di daerah.

“Jangan dikemas seolah ini bentuk kepedulian pusat. Ini justru bukti bahwa akses pendidikan di Samarinda belum merata,” ucapnya.

Anhar pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi pendekatan yang digunakan dalam merancang program pendidikan. Ia menegaskan, sistem pendidikan ideal adalah yang merangkul semua warga tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Pendidikan tidak boleh eksklusif. Tidak boleh ada sekolah untuk yang mampu dan sekolah untuk yang miskin. Pendidikan itu hak bersama, bukan sekadar bantuan,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA