Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi Mendorong Kawasan Kumuh Jadi Atensi

- Redaksi

Kamis, 20 Maret 2025 - 11:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda

Foto : Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, tegaskan penanganan kawasan kumuh harus menjadi prioritas utama.

Hal tersebut dia sampaikan mengingat bahwa kawasan kumuh di Kota Samarinda masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), terdapat 36 hektare kawasan kumuh yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Sidomulyo, Sidodamai, dan Sungai Dama.

“Kami di DPRD telah meminta data rinci dari dinas Perkim guna memastikan wilayah yang harus segera ditangani,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) harus diimplementasikan secara nyata dan bertahap.

“Kami sudah meminta data rinci dari Dinas Perkim agar jelas wilayah mana saja yang harus segera ditangani. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) memang ada, tetapi implementasinya harus lebih nyata dan bertahap,” ujar Ismail.

Baca Juga:  Gebyar KADIN Expo 2026 Dibuka, Pemkab Bulungan Dorong UMKM Naik Kelas

Selain infrastruktur permukiman, Ismail juga menyoroti keterbatasan akses air bersih di kawasan kumuh.

Saat ini, sekitar 25 kepala keluarga belum mendapatkan pasokan air bersih dari Perumdam Tirta Kencana.

“Air bersih adalah hak warga. Jika satu kawasan sudah mendapat layanan, kawasan lain juga harus dipenuhi. Tidak boleh ada kesenjangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi jembatan di Kecamatan Samarinda Ilir yang dinilai membahayakan keselamatan warga karena desainnya yang tinggi dan berkelok.

Baca Juga:  RI 1 Lakukan Serangkaian Kunjungan Kerja Ke Kaltim Dan IKN, Resmikan Infrastruktur Pelayanan Publik

Menurutnya, rencana meninggikan jalan di sekitar jembatan harus segera direalisasikan agar kemiringannya tidak terlalu curam.

“Ini langkah yang harus didukung. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,”pungkasnya.

Diakhir wawancara ia menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal penanganan kawasan kumuh agar masyarakat bisa mendapatkan lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman.

(Has)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Kabag Kesra Kukar: Rekening Tidak Aktif Hambat Bantuan 91 Penerima Beasiswa Kukar, Kini Tersisa Tiga Orang
Fathul Ingatkan Calon Pendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2027 Lebih Teliti Persyaratan Sejak Awal
Dispora Kukar Buka Peluang Kota Bangun Jadi Tuan Rumah Kejurkab Bulu Tangkis
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Pertahankan Target 600 Penerima Bantuan Permakanan Tahun 2026
DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Nilai Olahraga Jadi Ruang Perkuat Sinergi Forkopimda

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:05 WITA

Kabag Kesra Kukar: Rekening Tidak Aktif Hambat Bantuan 91 Penerima Beasiswa Kukar, Kini Tersisa Tiga Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:35 WITA

Fathul Ingatkan Calon Pendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2027 Lebih Teliti Persyaratan Sejak Awal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Kepala Dinsos Kukar, Rinda Pertahankan Target 600 Penerima Bantuan Permakanan Tahun 2026

Berita Terbaru