Kualitas Lingkungan Hidup di Berau Tahun 2024 Masih Baik, Kualitas Air Perlu Perhatian Lebih

- Redaksi

Senin, 10 Maret 2025 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor DInas Lingkungan Hidup Kabupaten Berau

Foto : Kantor DInas Lingkungan Hidup Kabupaten Berau

LINTASJEJARING.COM, BERAU – Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Berau pada tahun 2024 menunjukkan kondisi yang masih tergolong baik. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, nilai IKLH Kabupaten Berau  mencapai angka 78,97 dengan kategori “Baik”.

Beberapa indikator yang menjadi pendukung pencapaian ini antara lain adalah, Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 90,83, Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 56,96, dan Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) sebesar 94,85. Dari ketiga faktor diatas, yang masih memerlukan peningkatan adalah Indeks Kualitas Air.

Ida Ayu selaku Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Lingkungan Hidup DLHK Berau, menjelaskan bahwa pencemaran air di Berau masih menjadi sebuah tantangan utama. Banyak masyarakat yang masih membuang limbah domestik, seperti sisa deterjen, langsung ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu.

“Sungai di Berau masih menjadi sumber air utama bagi para masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak membuang limbah rumah tangga secara sembarangan,” jelasnya.

Walaupun demikian, dirinya tetap mengapresiasi Kepatuhan sektor pariwisata dan perusahaan besar, yang telah memiliki sistem pengolahan limbah sendiri. Hal ini sangat membantu, untuk mengurangi dampak pencemaran air di wilayah tersebut.

Disisi lain, kualitas udara di Berau berada dalam kategori sangat baik, hal ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan, salah satunya adalah dengan program Car Free Day, yang berhasil menurunkan emisi karbon.

Baca Juga:  UKM Olahraga UINSI Gelar POM Ke - VII, Saefudin Zuhri : Pemkot Beri Dukungan Penuh

Untuk menjaga kualitas udara tetap baik, Ida Ayu menekankan akan pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Dinas Perhubungan, agar rutin melakukan uji emisi pada kendaraan, yang telah berusia lebih dari 10 tahun.

“Kualitas udara yang baik, harus dijaga bersama. Salah satunya, dengan memastikan kendaraan yang beroperasi, tidak menghasilkan polusi yang berlebihan,” terangnya.

Selain itu, indeks tutupan lahan di Berau juga telah menunjukkan hasil positif. Dengan mencapai angka 94,85, kondisi lahan di Berau masih berada dalam kategori baik. Akan tetapi, Ida tidak menyangkal, bahwa masih ada tantangan berupa sisa bukaan tambang, yang perlu dikelola dengan baik.

Baca Juga:  DPRD Berau Dukung Transportasi Sekolah, Peri Kombong : Harus Merata Jangan Hanya Dikota Saja

Ia juga menegaskan bahwa data IKLH ini, tidak dapat dimanipulasi, dan juga karena pemantauan, juga dilakukan oleh kementerian melalui satelit khusus.

“Secara keseluruhan, kondisi lingkungan di Berau masih tergolong baik. Akan tetapi, perlu usaha bersama agar kualitas air dapat meningkat dan juga tutupan lahan dapat terjaga,” tandasnya.

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kualitas lingkungan di Berau semakin membaik di masa mendatang.

Dengan kerjasama dari semua pihak, diharapkan kualitas lingkungan di Berau, akan semakin membaik di masa mendatang.

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
HUT Polwan ke-78, Polres Berau Dorong Polisi Wanita Adaptif Hadapi Era Digital
Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Berita Terbaru