Home / PPU

Warga Pasar Petung Resah dengan Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai

- Redaksi

Senin, 3 Februari 2025 - 15:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan air bercampur sampah di belakang pasar Petung.

Genangan air bercampur sampah di belakang pasar Petung.

Lintasjejaring.com, PPU – Keresahan warga di sekitar Pasar Petung terus berlanjut akibat tumpukan sampah yang semakin tak terkendali. Fasilitas bak penampungan sampah yang awalnya diharapkan menjadi solusi, kini justru menjadi sumber masalah baru.

Ditambah lagi, buruknya sistem drainase di area pasar membuat kondisi semakin parah, terutama saat musim hujan tiba. Genangan air yang bercampur dengan sampah menghasilkan bau busuk yang sangat mengganggu aktivitas warga setempat.

Pada Jumat (31/1/2025), pengamatan langsung menunjukkan bahwa sampah tidak hanya menumpuk di dalam bak penampungan, tetapi juga berserakan hingga ke jalan-jalan kecil di sekitar pasar.

Perilaku sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, bahkan di luar area bak penampungan, turut memperburuk situasi.

“Setiap pagi, ketika saya membuka warung, bau menyengat langsung tercium. Ini sudah berlangsung lama, tapi belum ada tindakan nyata untuk menyelesaikannya,” ungkap Siti, salah satu warga yang tinggal dekat pasar.

Masalah ini semakin memuncak saat hujan turun. Limbah cair dari aktivitas pasar, seperti sisa cucian sayur, ikan, dan limbah lainnya, tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai.

Baca Juga:  Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab PPU Perkuat Deteksi Dini hingga Desa

Akibatnya, air kotor tersebut menggenang di permukaan tanah dan bercampur dengan sampah.

“Saat hujan, air bercampur sampah meluber ke jalan. Selain mengganggu, baunya semakin menyengat. Kami khawatir ini bisa memicu penyakit,” tambah Siti dengan nada cemas.

Warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan dari kondisi ini. Penyakit seperti diare, demam berdarah, hingga infeksi kulit dikhawatirkan dapat menyebar, terutama di kalangan anak-anak yang sering bermain di sekitar pasar.

Bau menyengat juga membuat aktivitas warga, baik di rumah maupun saat melintas di area pasar, terasa semakin tidak nyaman.

Baca Juga:  Kualitas Udara PPU Memburuk, Mudyat Noor: Kiriman Dari Paser

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka mengharapkan adanya penjadwalan rutin untuk pengangkutan sampah serta pemindahan bak penampungan sampah ke lokasi yang lebih jauh dari pemukiman warga.

Hingga berita ini terbit, belum ada langkah signifikan yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Warga berharap keluhan mereka mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar lingkungan pasar bisa kembali bersih, sehat, dan layak huni.

(Aby) 

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Berita Terbaru