Pemilik Lahan Harapan Baru Laporkan Kabag Hukum Pemkot Samarinda dan Anak Kuasa Hukum atas Dugaan Manipulasi Pembayaran ke Polda Kaltim

- Redaksi

Jumat, 27 Desember 2024 - 15:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.com, Samarinda – Kasus dugaan manipulasi dalam pelunasan dana lahan yang digunakan untuk pembangunan Pasar Harapan Baru kembali mencuat. Setelah sebelumnya melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, pemilik lahan di kawasan Harapan Baru kini melanjutkan laporan mereka kepada Polda Kaltim. Laporan ini ditujukan kepada Kepala Bagian Hukum Pemkot Samarinda dan anak kuasa hukum terkait.

Syahrul, salah satu pemilik lahan, menyatakan bahwa pihaknya telah berusaha menghubungi pihak yang bersangkutan sejak lama, namun tidak pernah mendapat respon. “Kami sudah mencoba menghubungi beliau, tapi tidak ada tanggapan. Masalahnya, kami sebagai ahli waris hanya ingin memastikan pembayaran untuk tanah kami,” ungkap Syahrul pada Jumat (27/12/2024).

Baca Juga:  DPRD Samarinda Desak Percepatan Kecamatan Tangguh Bencana, Jangan Tunggu Banjir Baru Bergerak

Namun, ia kaget ketika mendengar informasi bahwa dana pembayaran lahan tersebut sudah masuk ke rekening bersama yang dikelola oleh anak kuasa hukum. “Kami baru tahu dari anak kuasa hukum (Pontius Ding), dan ini sangat mengejutkan, karena kami sebagai pemilik lahan tidak diberitahu sama sekali,” tambahnya.

Syahrul pun mempertanyakan kenapa Pemkot Samarinda lebih mengutamakan pihak anak kuasa hukum ketimbang langsung membayar kepada ahli waris. “Kami curiga ada permainan di sini, dan kami ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas masalah ini. Dana pembayaran seharusnya tidak bisa masuk tanpa adanya persetujuan dan tanda tangan dari kedua belah pihak,” tegasnya.

Menurut Syahrul, masalah ini membuat mereka merasa hak-hak mereka sebagai ahli waris telah diabaikan. “Kami merasa hak kami sebagai pemilik tanah dirampas, karena kami tidak tahu dana tersebut sudah masuk ke rekening bersama,” katanya.

Baca Juga:  Sekda PPU Dorong Koordinasi Karhutla Lintas Instansi, Batas Wilayah Jangan Jadi Penghalang

Setelah laporan diterima oleh Polda Kaltim, Syahrul mengungkapkan bahwa pihaknya kini menunggu perkembangan lebih lanjut. “Jika ada bukti dan temuan dari laporan yang kami ajukan, kami berharap Polda segera menindaklanjutinya. Kami akan terus mengawasi kasus ini,” tutup Syahrul.

(*)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan
Samarinda Menuju Zero Tambang 2026, Pariwisata dan Industri Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi
Aspirasi Reses DPRD Samarinda Tak Otomatis Terwujud, Warga Diminta Ikuti Jalur Musrenbang
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan

Berita Terbaru