Badan Pangan Nasional Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Stabilitas Jelang Nataru 2024

- Redaksi

Minggu, 24 November 2024 - 13:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist.

Foto: Ist.

Lintasjejaring.com, Jakarta – Dalam rangka menjaga stabilitas pangan menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Program ini melibatkan kolaborasi antara BUMN Pangan, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa GPM akan dilaksanakan sebanyak 134 kali di bulan Desember 2024, meliputi 25 kabupaten/kota di enam provinsi. Wilayah sasaran utama adalah daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal dan Tahun Baru, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatra Utara.

“GPM ini merupakan upaya bersama antara Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan stakeholder lainnya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi menjelang Nataru,” ujar Arief dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (23/11).

Pemantauan Harga dan Intervensi

Sejak awal tahun hingga November 2024, GPM telah diselenggarakan sebanyak 8.750 kali di seluruh Indonesia, mencakup 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Arief mengungkapkan bahwa pihaknya memantau pergerakan harga pangan secara real-time melalui platform panelharga.badanpangan.go.id. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan wilayah yang memerlukan intervensi guna menstabilkan harga.

“Secara umum, harga pangan relatif stabil. Namun, ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga di atas acuan, terutama menjelang Nataru. Karena itu, intervensi melalui GPM terus dilakukan,” kata Arief.

Baca Juga:  Belanja Daerah Bulungan Naik Rp28,2 Miliar, Lima Prioritas Pembangunan Jadi Fokus

Stok dan Bantuan Beras Aman

Arief juga memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, stok beras pemerintah yang dikelola Bulog mencapai 1,9 juta ton. Intervensi berupa penyaluran bantuan beras dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) akan terus dilakukan.

Bantuan beras masing-masing 10 kg untuk 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan kembali disalurkan pada Desember 2024. Sebelumnya, bantuan ini telah diberikan pada Agustus dan Oktober, sementara bulan November tidak ada penyaluran.

“Beras SPHP sudah disalurkan sebanyak 1,2 juta ton, dengan tambahan 200.000 ton direncanakan hingga akhir tahun. Langkah ini bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali di kisaran 1,5% hingga 3,5%,” jelas Arief.

Baca Juga:  Reboisasi Hutan Kota PPU Diusulkan, Ulin dan Bangkirai Jadi Pilihan Pemulihan

GPM sebagai Strategi Kendali Inflasi

GPM menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga inflasi, khususnya inflasi pangan yang memiliki dampak signifikan terhadap inflasi umum. Dengan langkah ini, pemerintah berharap kebutuhan pangan selama Nataru dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, sekaligus memberikan dampak positif pada stabilitas ekonomi.

“GPM adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” pungkas Arief.

(Sul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WITA

Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara

Berita Terbaru