Menjaga Tradisi Lolos ke Popnas Menjadi Target Atlet Silat Kaltim Untuk Kategori Seni

- Redaksi

Minggu, 10 November 2024 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Agus Julian Pelatih Pancak Silat Kaltim Kategori Seni.

Foto : Agus Julian Pelatih Pancak Silat Kaltim Kategori Seni.

LINTASJEJARING.COM, SAMARINDA- Tim pencak silat Kalimantan Timur kini tengah menjalani pelatihan intensif untuk menghadapi ajang pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Dalam persiapan ini, para atlet pencak silat dilatih setiap hari di bawah bimbingan Agus Julian, Pelatih Seni Bela Diri Pencak Silat untuk kategori Seni.

Menurut Agus, program pelatihan meliputi peningkatan fisik dan teknik para atlet dengan harapan mereka dapat mempertahankan prestasi yang pernah diraih sebelumnya.

“Dari awal seleksi sudah kelihatan kelebihan dan kekurangan masing-masing atlet. Kami melatih mereka setiap hari, baik dari segi fisik maupun teknik. Alhamdulillah, perkembangannya lumayan dan ada peningkatan,” ujar Agus saat diwawancarai.

Agus menjelaskan bahwa program pelatihan ini memiliki target maksimal, mengingat banyak atlet dari Kalimantan Timur yang berhasil lolos ke POPNAS tahun lalu. Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan melalui pelatihan intensif ini.

Saat ini, terdapat 29 atlet yang mengikuti training camp (TC), dan 12 di antaranya berada di kategori seni. Dalam kategori seni, terdapat tiga jenis nomor yaitu tunggal, ganda, dan regu.

“Untuk tunggal, ada dua atlet putra dan putri. Untuk ganda, ada empat orang yang terdiri dari dua pasangan, sementara untuk regu terdapat tiga atlet masing-masing untuk putra dan putri,” jelas Agus.

Baca Juga:  Evaluasi Prestasi Atlet di PON XXI Aceh-Sumut, Rasman Harapkan Pembinaan Atlet Yang Lebih Efektif dan Terarah

Salah satu tantangan dalam pelatihan ini adalah menyamakan persepsi para atlet mengenai gerakan yang akan dinilai di tingkat nasional. Menurut Agus, selain teknik, pelatih juga fokus pada kekuatan, keserasian gerak, dan ketepatan fisik.

“Kendala kami adalah perlu menyamakan persepsi mereka, terutama untuk gerakan yang akan dinilai di tingkat nasional,” tambahnya.

Pada cabang seni dalam pencak silat, gerakan terbagi menjadi dua kategori, yaitu gerakan baku dan kreasi. Pada nomor tunggal dan regu, gerakan baku sudah diatur dari tingkat dasar hingga internasional, sehingga yang dinilai adalah ketepatan, keserasian, dan kemantapan. Sedangkan untuk kategori ganda, pelatih memiliki keleluasaan menciptakan kreasi gerakan sendiri.

Baca Juga:  Ahmad Vanandza Dorong Pemkot Hadirkan Pemakaman Gratis bagi Warga Samarinda

Tidak seperti beberapa cabang seni lainnya, pencak silat seni tidak menggunakan musik. Agus menekankan bahwa pelatihan lebih difokuskan pada pengaturan energi, ekspresi, dan waktu jeda gerakan.

“Kami tidak memakai musik, tetapi mengajarkan mereka bagaimana mengeluarkan tenaga secara maksimal, kapan berhenti, jeda, dan ekspresi yang tepat dalam setiap gerakan,” ujarnya. (ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Proyek Township 100 Hektare Di Samarinda Seberang Ditolak, Karang Taruna Soroti Risiko Longsor

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Berita Terbaru