Lintasjejaring.com, Samarinda- Pentingnya support lingkungan terhadap dunia pendidikan anak. Mulai dari orang tua, hingga keahlian merangkul para guru kepada siswa, menjadi salah satu kunci utama suksesnya pendidikan generasi bangsa.
Lingkungan di rumah dan sekolah, berfungsi sebagai pondasi utama dalam membentuk pendidikan anak yang holistik. Lingkungan yang kondusif dapat membangun karakter, kecerdasan, serta kesejahteraan mental dan emosional anak, sehingga anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Menggaris bawahi pentingnya suasana lingkungan belajar anak, Ketua Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian MPP mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki Tim penilaian sistem pendidikan nasional, yang berfungsi sebagai tim utama dalam melihat kondisi lapangan terkait lingkungan belajar serta sistem pendidikan yang diterapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita saat ini punya tim assesmen nasional, dan itu sangat penting. Nanti fungsinya adalah menilai lingkungan belajar, sistem pendidikan kita seperti apa. Nah ini sangat penting, agar keberlanjutannya kita bisa menyesuaikan,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini dunia pendidikan seringkali mendapatkan suasana negatif seperti bullying, yang sangat meresahkan bagi psikologis peserta didik. Sehingga, hal ini menjadi perhatian penting bagi dirinya di Komisi yang membidangi tentang pendidikan.
“Seperti soal tingkat toleransi, atau bahkan yang lebih parahnya adalah bullying. Nah, apakah hal itu terjadi di sekolah atau seperti apa?. Karena salah satu yang dapat menyebabkan anak kita itu stress, adalah lingkungan yang kurang kondusif,” papar Hetifah.
Politisi petahana asal Kaltim di DPR-RI tersebut tidak hanya menyoroti lingkungan belajar peserta didik di sekolah saja. Namun, dirinya juga turut menyinggung soal peran orang tua di lingkunga rumah terhadap tumbuh kembang peserta didik.
“Kedua, tidak kalah pentingnya adalah kondisi rumah (rangkulan orang tua). Kalau misalnya orang tua terlalu menekan, itu juga mempengaruhi psikologis dan emosional si anak,” bebernya.
Pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak tak hanya berpengaruh pada hasil akademik, tapi juga pada aspek sosial dan emosional anak. Dukungan yang konsisten dari orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat bagi anak untuk menghadapi dunia dan menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Menyikapi hal tersebut, sebagai pendongkrak dan langkah strategis, wanita karir lulusan Fienders University, Australia dan National University of Singapore (NUS) tersebut mengusulkan agar para guru secara menyeluruh dapat dibekali dengan ilmu konseling.
“Salah satu terobosannya, adalah memasukkan materi tentang bimbingan konseling di setiap guru BK, tidak hanya guru BK ya, tapi semua guru harus mengerti bagaimana bimbingan konselingnya disetiap jenjang (SD/SMP/SMA),” paparnya.
Tujuannya, adalah untuk memberikan karakter yang dapat memahami kondisi peserta didik selama proses pembelajaran di sekolah. Namun di sisi lain, dirinya juga menyoroti betapa pentingnya pendidikan berbasis parenting bagi para orang tua.
“Kemudian juga, perlunya pendidikan parenting bagi orang tua. Kedepan mungkin ini bisa menjadi program terobosan yang bagus,” tandasnya.
(Zul)









