Thomas Sampaikan Dua Hal Penting Yang Perlu di Perhatikan Terhadap Layanan Atlet Difabel

- Redaksi

Kamis, 7 November 2024 - 18:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Thomas Alva Edison, Kasi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Serta Layanan Khusus Dispora Kaltim.

Foto : Thomas Alva Edison, Kasi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Serta Layanan Khusus Dispora Kaltim.

LINTASJEJARING.COM, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap atlet difabel untuk memastikan para atlet dapat menjalani pelatihan dan kompetisi dengan optimal.

Menurut Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, fokus utama mereka saat ini adalah memberikan dukungan yang memadai karena olahraga difabel memiliki keunikan tersendiri.

“Setiap atlet difabel setidaknya memerlukan satu pendamping. Jadi jika ada 10 atlet, total yang terlibat bisa mencapai 20 orang. Ini karena pendampingan sangat penting dalam proses latihan maupun saat pertandingan,” ujar Thomas.

Ia mengungkapkan, biaya operasional untuk mendukung keikutsertaan atlet difabel dalam sebuah kompetisi cenderung lebih besar dibandingkan dengan atlet non-difabel.

“Misalnya atlet tunanetra, mereka membutuhkan pendamping khusus dalam berbagai aktivitas, mulai dari latihan hingga keperluan sehari-hari di hotel,” jelasnya.

Baca Juga:  Angkut Perkakas Tukang, Pria Asal Samarinda Di Ringkus Polisi

Thomas menambahkan, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam layanan bagi atlet difabel, yakni pendamping dan fasilitas.

Fasilitas yang disediakan harus ramah difabel, seperti akses untuk kursi roda dan alat bantu lainnya.

“Tidak mungkin kita mengadakan acara tanpa memperhitungkan aksesibilitas. Pendamping sangat diperlukan untuk memastikan atlet bisa mengikuti semua kegiatan dengan lancar,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemanfaatan Fasilitas Olahraga Diharapkan Sesuai Dengan SOP

Thomas berharap ke depannya, pemerintah dan masyarakat semakin memahami kebutuhan unik para atlet difabel, sehingga mereka bisa terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Difabel butuh perhatian lebih, tidak hanya dari segi fasilitas, tetapi juga dari pelatihan, pendampingan, dan persiapan kejuaraan ” pungkasnya. (ADV).

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Proyek Township 100 Hektare Di Samarinda Seberang Ditolak, Karang Taruna Soroti Risiko Longsor

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Berita Terbaru

Foto: BKPSDM hadiri RDP DPRD dan P3K di ruang serbaguna bahas soal penempatan P3K.

Advetorial

BKPSDM Kukar Kaji Masukan BKN untuk Penataan P3K Optimalisasi

Senin, 12 Okt 2026 - 16:56 WITA