Imigrasi Kelasi I TPI Samarinda Tangkap WNA Asal Suriah Atas Pelanggaran Izin VISA, Ancam 5 Tahun Penjara

- Redaksi

Selasa, 1 Oktober 2024 - 10:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks : Kepala Imigrasi Kelas I Samarinda, Washington Saut Dompak Napitupulu memimpin rilis pada Senin (30/9/2024).

Teks : Kepala Imigrasi Kelas I Samarinda, Washington Saut Dompak Napitupulu memimpin rilis pada Senin (30/9/2024).

LINTASJEJARING.COM, SAMARINDA – Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda mendeteksi adanya pelanggaran izin visa yang dilakukan oleh seorang warga negara asing (WNA).

Kepala Imigrasi Kelas I Samarinda, Washington Saut Dompak Napitupulu dalam keterangan resminya menjelaskan, WNA berkewarganegaraan Suriah berinisial JA tersebut telah diamankan pihaknya.

Kejaksaan telah menetapkan WNA tersebut melanggar pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“JA warga negara Suriah, yang bersangkutan menggunakan izin tinggal yang diambil yaitu untuk wisata, tetapi kegiatannya tidak sesuai dengan izin tinggal yang diberikan. Berkegiatan di Samarinda, jual beli barang alat-alat berat, untuk dijual kembali di negara-negara luar dan di-recyle, di mana harganya juga cukup tinggi,” kata Washington Saut Dompak Napitupulu saat giat pers rilis didampingi jajarannya, Senin (30/9/2024).

Baca Juga:  Pasca Capaian Prestasi Gemilang di PEPARNAS, Dispora Kaltim Terus Tingkatkan Kualitas Pembinaan Atlet Disabilitas di Berbagai Cabor

JA diamankan setelah Imigrasi Samarinda melakukan pendalaman, di mana JA ternyata bekerja di sebuah perusahaan sekaligus penanam modal asing (PMA) di perusahaan tersebut bersama dua rekannya yang lain berkewarganegaraan sama.

Baca Juga:  BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

“Semestinya menggunakan izin tinggal terbatas 1 atau 2 tahun khusus PMA, akan tetapi yang bersangkutan pada saat ini menggunakan visa kunjungan wisata,” tegas Washington Saut Dompak Napitupulu.

Akibatnya, indikasi JA mengambil visa wisata tersebut diketahui Imigrasi Samarinda dan akhirnya diamankan.

“Kita dapati kegiatan pada 30 juli 2024 lalu, JA menggunakan agar tidak terdeteksi imigrasi setempat, sehingga bisa berpindah-pindah, karena harus melaporkan, visa wisata bisa berpindah-pindah karena bisa kemana saja kan kalau wisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Beri Atensi Produk UMKM, Rahman Harapkan Pemda Lebih Giat Lakukan Proses Sertifikasi Halal

migrasi Samarinda menyampaikan bahwa visa PMA sudah diberikan kebijakan kelonggaran bagi WNA atau Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dari berita acara yang ada, Imigrasi Samarinda mendapatkan informasi bahwa dua rekan JA yang menyuruh menggunakan visa wisata, padahal telah mendirikan perusahaan ekspor-impor alat berat dan berkegiatan di Kaltim. Kini, JA terancam dijerat 5 tahun kurungan badan atau dideportasi ke negara asalnya.

(Sean/Kanim SMD)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Berita Terbaru