LINTASJEJARING.COM, Berau – Gideon Andris selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, akan mendorong pelestarian budaya lokal di tengah gempuran era modernisasi.
Beliau menyampaikan bahwa, pelestarian budaya tidak dapat hanya mengandalkan bantuan pemerintah daerah saja, akan tetapi masyarakat juga harus ikut ambil bagian untuk dapat mempertahankan tradisi turun temurun dari para leluhur.
Menurutnya, upaya pelestarian tidak perlu menunggu bantuan pemerintah, akan tetapi harus ada tindakan serta kesadaran seluruh elemen agar dapat menjaga keaslian dari tradisi turun temurun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Budaya di Berau itu semuanya tergantung dari kita. Apa yang akan kita lakukan saat ini, saya kira sudah cukup maksimal,” ucapnya. Jumat, (27/09/24).
Meski demikian, dirinya juga menjelaskan bahwa dukungan dari pemerintah juga dapat menjadi salah satu faktor keberhasilan untuk dapat melestarikan kebudayaan dengan unsur kearifan lokal di Bumi ‘Batiwakkal’.
“Intinya sinergritas antara keduanya harus dapat sinkron. Kalau hanya mengandalkan pemerintah saja tidak akan dapat dimaksimalkan, begitupun dengan masyarakat,” ucapnya.

Berkaca pada masyarakat Jepang, Gideon menyebutkan meski berstatus sebagai negara maju, akan tetapi budaya masyarakat setempat tidak luntur dan tetap eksis. menurutnya, hal ini patut dicontoh bagi seluruh elemen baik masyarakat maupun pemerintahan Berau untuk dapat bersama-sama menjaga kebudayaan.
“Jepang itu adalah salah satu negara maju yang tidak kurang dari sisi manapun, namun mereka juga tetap melestarikan budayanya,” tegasnya.
Wakil rakyat tersebut juga menghimbau para generasi muda agar selalu semangat untuk melestarikan budayanya, meski tidak ada larangan untuk mengikuti perkembangan zaman.
“Mengikuti tren itu penting agar tidak tertinggal, namun budaya lokal juga harus tetap dilestarikan. Kalau bisa, event – event daerah dapat di sinkronisasikan dengan kebudayaan khas Berau,” tutupnya.
(Sean/ADV/DPRD Berau)









