Gubernur BI Katakan Indonesia Siap Hadapi Ketidak Pastian Ekonomi Global

- Redaksi

Minggu, 28 April 2024 - 16:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Petet Warjiyo, Gubernur BI.

Foto : Petet Warjiyo, Gubernur BI.

LINTASJEJARING.COM, Jakarta – Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap bertahan kuat dalam menghadapi peningkatan ketidakpastian global.

Indonesia yang sekarang, menurut Gubernur BI tersebut, tetap stabil dalam menghadapi ketidak pastian ekonomi yang sedang berputar di dunia.

“Bagaimana dampak ketidakpastian global itu terhadap ekonomi domestik? Secara keseluruhan ketahanan ekonomi Indonesia itu berdaya tahan kuat,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketahanan sektor ekonomi yang kuat, ditampakkan dari pertumbuhan ekonomi indonesia yang tetap tinggi. Inflasi yang terjaga dengan kisaran sasaran 2,5 plus minus 1%, serta ketahanan eksternal ekonomi yang kuat.

“Ketahanan eksternal baik berkaitan dengan utang luar negeri, neraca pembayaran maupun juga kecukupan cadangan devisa itu tetap kuat,” katanya.

Baca Juga:  Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Ketidakpastian global saat ini bersumber dari perubahan arah penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) dan peningkatan ketegangan geopolitik di daerah Timur Tengah.

“Kedua risiko itu berdampak pada kenaikan US Treasury yang lebih tinggi, dipengaruhi juga kebutuhan penerbitan utang oleh pemerintah Amerika Serikat yang lebih besar dan tentu saja itu membuat juga mata uang dolar AS itu menguat dan juga akan tetap kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia telah menakar risiko dan probabilitas terkait FFR dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yakni baseline skenario dengan probabilitas di atas 75%, risiko potensial dengan probabilitas 50 hingga 70%, serta risiko terburuknya (tail risk) berada di probabilitas dibawah 50%.

Baca Juga:  Api Gambut Petung Belum Padam, BPBD PPU Berjibaku Cegah Titik Api Muncul Kembali

Sedangkan, untuk baseline skenario ketegangan geopolitik yabg terjadi di Timur Tengah, terdapat kemungkinan akan terjadinya retaliasi secara terbatas serta akan berdampak pada kenaikan harga minya dunia yang lebih terbatas.

Untuk risiko potensial, eskalasi konflik meningkat secara moderat dan menengah, sedangkan untuk tail risknya sendiri, eskalasi ketegangan terus meluas.

Untum skenario baseline dengan probabilitas diatas 75%, BI sendiri telah memperkirakan FFR akan menurun pada triwulan IV – 2024 sebesar 25 basis poin.

Perry berpendapat bahwa, untuk mengatisipasi segala risiko dari ketidakpastian penurunan FFR dan ketegangan geopolitik yang terjadi di timur tengah, kebijakan – kebijakan antisipatif sangat diperlukan serta forward looking dan pre – emptive.

Baca Juga:  Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

BI sendiri telah meningkatkan suku bunga BI – Rate sebesar 25 basis poin hingga menjadi 6,25% untuk memperkuat stabilitas dari nilai tukar rupiah dan dari kemungkinan meningkatnya risiko global.

BI sendiri meyakini nilai tukar ruliah triwulan II – 2024 akan relatif stabil pada level Rp. 16.200 per dolar AS dan akan menguat ke kisaran Rp.16.000 per dolar AS di triwulan III – 2024 serta Rp. 15.800 per dolar AS do triwualn IV – 2024.

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WITA

Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terbaru