Nadiem Sebut Kebudayaan Perlu Memiliki Institusi Independen dan tidak terikat Pada Pendidikan Dominan

- Redaksi

Jumat, 5 April 2024 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nadiem Makarim, Mendikbudristek-RI

Foto : Nadiem Makarim, Mendikbudristek-RI

Lintasjejaring.com, Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, sampaikan suatu tantangan utama yang sedang dihadapi dalam menumbuhkan kebudayaan di Indonesia adalah suatu konsep yang beranggapan bahwa kebudayaan bukanlah sebuah prioritas nasional yang mendesak.

Walau narasi bahwa pentingnya kebudayaan telah banyak disuarakan, namun tindakan nyata untuk realisasinya masihlah kurang. Hal ini disampaikan Mendikbudristek dalam sebuah kultur wawas dengan Hilmar Farid, selaku Direktur Jenderal Kebudayaan-Kemendikbud dengan tema, “Menjawab Tantangan Masa Depan Kebudayaan Indonesia”.

Adapun, tantangan yang kompleks terkait persoalan budaya hadir dalam dua sudut pandang yang berbeda. Pertama, adanya pemahaman bahwa sebuah kebudayaan haruslah dikomersialkan agar dapat berkembang. Kedua, adanya yang meyakini bahwa seni haruslah murni agar terjadinya peningkatan peradaban. Nadiem sendiri berpendapat bahwa kedua perdebatan tersebut harus segera diatasi dikarenakan kedua nya sama – sama penting.

Menurutnya, terdapat hal penting untuk memiliki sebuah institusi independen yang dapat mengelola dan mengorkestrasikan ekosistem kebudayaan dengan sangat baik, dan menjadikan hal tersebut sebagai sorotan utama dalam langkah mewujudkan visi kebudayaan yang kokoh.

“Dengan adanya institusi independen yang baik dalam bentuk badan atau suatu kementerian yang memiliki wewenang dan anggaran yang memadai akan menjadi kunci dalam mengelola kebudayaan sebagai peningkatan peradaban serta memberikan dampak yang signifikan bagi indonesia kedepannya. Hal ini juga dapat mempercepat proses birokrasi dan pembuatan keputusan sehingga kecepatan pertumbuhan kebudayaan di Indonesia dapat lebih cepat.” Ucap Nadiem.

Baca Juga:  IWAKUM Gugat UU Pers Ke MK, Minta Perlindungan Hukum Wartawan Dipertegas

Seni dan budaya juga tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang tanpa adanya dampak ekonomi yang positif bagi para pelaku dan komunitasnya.

Terlebih lagi, tujuan seni dan budaya tidak hanya untuk mencari keuntungan finansial. Namun, juga memiliki nilai – nilai yang tak terukur yang sangat penting bagi perkembangan suatu negara.

Hal ini yang menjadikan tindakan pemerintah sangat diperlukan, serta filantropis yang dapat memberikan subsidi agar tepat sasaran.

Foto : Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan-Mendikbudristek RI

Hilmar Farid menilai bahwa, kebudayaan sendiri perlu mendapatkan sebuah perhatian khusus diluar dari bayangan pendidikan yang dominan.

Adapun peraturan birokrasi perlu disempurnakan, agar institusi kebudayaan dapat beroperasi secara mandiri dan juga responsif terhadap perubahan yang terjadi dengan lebih cepat.

Baca Juga:  Hamdiah Siap Kawal Anggaran Pelestarian Naskah Kuno, Warisan Sejarah Kukar Tak Boleh Hilang

“Pendirian Badan Layanan Umum (BLU) yang mengelola museum yang nanti pada bulan mei mendatang adalah sebuah contoh nyata dalam perubahan. Hal ini juga merupakan langkah yang menunjukkan sebuah upaya dalam melibatkan talenta profesional di luar ekosistem kebudayaan yang dapat tumbuh dan berkembang. Karena, sebelumnya kita juga yelah memiliki bekraf yang dapat fokus mengelola sektor pariwisata agar dapat lebih maju dan berkembang,” ucap hilmar.

Jika dapat memperkuat institusi yang independen dalam pengelolaan kebudayaan, maka indonesia dapat membangun sebuah visi kedepannya yang lebih kuat dan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan sebuah langkah yang sangat penting dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang berharga bagi generasi masa depan

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WITA

Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terbaru