Lintasjejaring.com, Samarinda – Kerukunan di tengah keberagaman tidak cukup dijaga melalui imbauan. Komunikasi dan dialog perlu terus dibangun agar perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat dalam kehidupan masyarakat, melainkan ruang untuk saling memahami dan menghargai. Rabu (04/11/2026)
Upaya memperluas ruang komunikasi tersebut dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda melalui pembentukan kepengurusan di seluruh 10 kecamatan. Dalam kurun waktu satu bulan, seluruh kecamatan berhasil memiliki kepengurusan FKUB, dengan Palaran menjadi wilayah terakhir yang menuntaskan proses tersebut.
Pembentukan FKUB Kecamatan Palaran berlangsung di Kantor Kecamatan Palaran, Selasa (03/11/2026) kemarin. Rampungnya pembentukan ini menjadi langkah untuk mendekatkan ruang dialog antarumat beragama hingga ke lingkungan masyarakat di tingkat kecamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua FKUB Samarinda, Syaparudin, mengatakan keberadaan kepengurusan di seluruh kecamatan diharapkan memperkuat komunikasi lintas agama. Dengan jangkauan yang lebih dekat, tokoh agama dan masyarakat dapat lebih mudah bertemu, bertukar pandangan, serta membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kerukunan.
“Ini capaian yang sangat membanggakan. Keberhasilan ini berkat kerja sama dan kolaborasi pengurus FKUB Samarinda, pihak kecamatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat,” kata Syaparudin.
Menurutnya, keberagaman agama di Samarinda perlu dirawat melalui komunikasi yang terbuka. Dialog menjadi sarana untuk membangun pemahaman bersama sekaligus menghindari kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi persoalan sosial.
Karena itu, pengurus FKUB di tingkat kecamatan diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi organisasi. Mereka perlu aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan agar hubungan antarumat tetap terpelihara.
“FKUB di tingkat kecamatan jangan hanya menjalankan fungsi organisasi. Pengurus harus aktif membangun komunikasi dengan seluruh kelompok keagamaan dan masyarakat agar dialog antarumat beragama terus terjaga,” ungkapnya.
Dialog Jadi Kunci Merawat Kerukunan

Komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan dinilai dapat membuka ruang penyelesaian ketika muncul perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Melalui pertemuan dan musyawarah, berbagai persoalan dapat dibicarakan tanpa mengabaikan sikap saling menghormati.
Syaparudin menegaskan, keberagaman seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif. Keharmonisan antarumat beragama juga menjadi bagian penting dari kemajuan Kota Samarinda.
“Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk mewujudkan Samarinda yang maju, damai, dan inklusif. Sebab, pembangunan sejati bukan hanya tentang kemajuan kota, tetapi juga tentang kebahagiaan dan keharmonisan seluruh warganya,” ujar Syaparuddin yang juga merupakan Ketua TWAP Kota Samarinda.
Dengan terbentuknya kepengurusan di 10 kecamatan, FKUB Samarinda berharap komunikasi lintas agama semakin intensif. Dialog juga diharapkan tidak hanya muncul ketika terjadi persoalan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pengurus di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan warga. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat interaksi sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah perbedaan keyakinan.
“Pengurus FKUB di tingkat kecamatan harus bisa menjadi penghubung antara tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan warga. Dengan komunikasi yang baik, kita ingin membiasakan masyarakat untuk berdialog dan tetap bergotong royong meskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda,” tegasnya.
Syaparudin berharap seluruh pengurus dapat menjaga kesinambungan komunikasi dan menghadirkan ruang pertemuan yang melibatkan berbagai kelompok keagamaan.
“Dialog harus terus dibangun agar masyarakat terbiasa menyikapi perbedaan dengan saling menghargai. Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi dan hubungan sosial yang baik,” pungkasnya.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









