Lintasjejaring.com, Jakarta – Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang telah memasuki usia ke – 27 tahun, telah banyak memberikan dampak terhadap perekonomian indonesia.
Dalam perayaan HUT BSN pada tanggal 26 Maret kemarin, BSN menyampaikan tentang dampak standardisasi bagi perekonomian indonesia.
Kukuh S. Achmad selaku Kepala BSN juga menyampaikan bahwa standarisasi ternyata, memiliki dampak yang sangat berpengaruh pada 21,2% dari pertumbuhan produktivitas tenaga kerja dan 14,5% dari pertumbuhan Produk Domestik Buro (PDB) di Indonesia, pernyataan ini juga didukung oleh Centre for Economics and Business Research (Cebr) di London, United Kingdom (UK/Inggris), untuk International Organization for Standardization (ISO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengamat menemukan bahwa adanya peningkatan persenan dalam jumlah standar yang terkait dengan peningkatan 0,16% dalam suatu produktivitas tenaga kerja selama periode yang dinilai,” ucapnya.
Terjadinya pertumbuhan jumlah standar ternyata juga berdampak secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Diantara tahun 1994 dan 2019, jumlah standar yang ada di indonesia telah bertumbuh dengan rata – rata angka 6,1% per tahunnya, dan pertumbuhan rata – rata tahunan produktivitas tenaga kerja adalah 4,5%.
“Hal ini menunjukkan kalau standarisasi itu berkaitan dengan 21,2% dari pertumbuhan produktivitas tenaga kerja dan 14,5% dari pertumbuhan PDB selama periode tersebut,” jelasnya.

Kukuh berpandangan bahwa, standar dapat membantu mendorong industri dalam mengatasi berbagai tantangan yang jika tidak diatasi akan menghasilkan hasil yang kurang optimal bagi para pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan konsumen.
“Standar juga memiliki peran dalam peningkatan produktivitas serta efisiensi bisnis” tutur kukuh.
Dengan mengurangi biaya produksi, memperluas peluang pasar dan meningkatkan efektivitas secara keseluruhan dalam memproduksi barang dan jasa maka standar akan memiliki peran yang saling berkaitan dengan faktor – faktor lainnya. Seperti kemajuan teknologi dan inovasi terbaru.
Standarisasi juga tidak hanya memiliki dampak langsung terhadap produktivitas para tenaga kerja, namun juga dapat mendorong faktor – faktor lainnya.
BSN sendiri dalam pernyataan Kukuh telah menerima banyak testimoni dari para pelaku usaha setelah pihak – pihak tersebut telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
SNI Award Peringkat Platinum Tahun 2023 sendiri berhasil diraih oleh, PT. Pertamina Lubricants dan SNI award Peringkat Emas diraih oleh, PT. Schneider Indonesia.
Kukuh juga mengatakan bahwa para pihak penerima penghargaan menyampaikan bahwa dengan adanya standarisasi, secara tidak langsung akan terjadi peningkatan pada brand value dan market share perusahaan.
Banyan perusahan yang telah mengakui keberadaan SNI dapat mendorong inovasi dan efisiensi dalam suatu proses produksi. Contohnya PT. Pertamina Lubricants selalu berupaya mengembangkan produk dan layanan dengab teknologi dan metode yang mematuhi standar, meningkatkan kualitas serta efisiensi produksi.
Kukuh juga menegaskan bahwa standarisasi telah terbukti memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam perekonomian indonesia.
Kontribusi standarisasi terhadap PDB Indonesia, berada di bagian rentang tengah hingga ke bawah namun, tetaplah signifikan dalam pertumbuhan ekonomi.
Penulis : Steven
Editor : Niken









