BKPRMI Bulungan Dorong Pendidikan Keluarga Sakinah Dimulai Sejak Remaja

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kegiatan Seminar Keluarga Sakinah Bagi Remaja Putri. (Zull/LJ)

Foto: Kegiatan Seminar Keluarga Sakinah Bagi Remaja Putri. (Zull/LJ)

Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pendidikan mengenai kehidupan berkeluarga dinilai perlu diberikan sejak usia remaja, jauh sebelum seseorang memasuki jenjang pernikahan. Pemahaman tersebut penting agar generasi muda tidak hanya memiliki kesiapan secara fisik untuk menikah, tetapi juga matang dalam menghadapi tanggung jawab, komunikasi, pengasuhan, hingga persoalan rumah tangga. Selasa, (11/08/2026).

Hal itu menjadi salah satu pesan utama dalam Seminar Keluarga Sakinah bagi Remaja Putri yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPPKS) BKPRMI Kabupaten Bulungan di Aula Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bulungan pada Jumat  (07/08/2026) kemarin.

Seminar yang diikuti 40 remaja putri dari berbagai jenjang pendidikan tersebut menjadi ruang pembekalan bagi generasi muda untuk memahami konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sekaligus pentingnya mempersiapkan kehidupan keluarga sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Bulungan, Mochamad Ali Mustafa mengatakan pendidikan keluarga tidak seharusnya baru diberikan ketika seseorang akan melangsungkan pernikahan.

“Pendidikan keluarga harus dimulai sejak remaja, karena membangun keluarga itu membutuhkan kesiapan yang tidak hanya berkaitan dengan pernikahan, tetapi juga pengetahuan, karakter, tanggung jawab dan kematangan dalam menghadapi kehidupan,” kata Ali.

Menurutnya, remaja perlu memahami sejak awal bahwa pernikahan merupakan fase kehidupan yang membawa tanggung jawab besar. Karena itu, pembinaan sebelum memasuki rumah tangga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas.

“Jangan sampai anak-anak kita memahami pernikahan hanya sebagai sebuah seremoni. Mereka harus mengetahui bahwa setelah menikah ada tanggung jawab terhadap pasangan, anak, keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

Urgensi pendidikan tersebut semakin kuat jika melihat kondisi perkawinan di Kabupaten Bulungan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bulungan, pada 2024 sebanyak 35,16 persen perempuan melakukan perkawinan pertama sebelum usia 19 tahun. Angka tersebut meningkat 3,08 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. BPS juga mencatat usia perkawinan yang rendah dapat berkaitan dengan pola pengasuhan, gizi dan kesehatan anak.

Baca Juga:  Pemkab Bulungan Luncurkan Program Bulan Semisa

Data tersebut menunjukkan bahwa pembekalan kepada remaja tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menikah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai konsekuensi kehidupan berkeluarga.

Ali menilai pendidikan keluarga sakinah dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun pola pikir remaja agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang.

“Remaja harus diberi ruang untuk belajar bagaimana merencanakan masa depan, memahami peran dalam keluarga dan mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mengambil keputusan untuk berumah tangga,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa keluarga sakinah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi. Menurutnya, komunikasi, saling menghargai, pengendalian diri serta pemahaman agama juga menjadi fondasi penting dalam membangun rumah tangga.

“Keluarga yang sakinah membutuhkan komunikasi yang baik, saling menghormati dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijaksana. Hal-hal seperti ini harus dikenalkan kepada anak-anak sejak mereka masih remaja,” katanya.

Seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda di tengah kebutuhan akan akses edukasi dan konseling remaja. BPS Kalimantan Utara mencatat jumlah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Kaltara meningkat dari 86 unit pada 2023 menjadi 95 unit pada 2024. Layanan tersebut mencakup edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan hingga pencegahan perkawinan usia anak.

Baca Juga:  Lakukan PDD Di Sandaran, Budianto Bulang Paparkan Optimalisasi Teknologi Untuk Pengawasan Dan Demokrasi

Ali mengatakan pendidikan keluarga perlu dibangun secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan hingga pemerintah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seminar saja, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memberikan pendidikan keluarga kepada generasi muda secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, remaja putri memiliki posisi strategis dalam pembentukan keluarga di masa depan. Namun, pembekalan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendorong remaja segera menikah, melainkan justru membantu mereka memahami pentingnya mempersiapkan diri dan menentukan masa depan secara bertanggung jawab.

“Yang paling penting adalah bagaimana mereka mempersiapkan diri terlebih dahulu. Ketika waktunya nanti tiba untuk membangun keluarga, mereka sudah memiliki bekal pengetahuan dan nilai yang cukup untuk menjalankan tanggung jawab tersebut,” tegas Ali.

Kegiatan seminar dibuka Asisten I Bidang Sekretariat dan Ekonomi Pembangunan, Jamal, yang hadir mewakili Bupati Bulungan. Turut hadir perwakilan DPW BKPRMI, Danrem, Polres, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bulungan serta Kementerian Agama Kabupaten Bulungan.

Baca Juga:  Kualitas Udara Capai 117,5, Pemkab Bulungan Hentikan Sekolah Tatap Muka

Dengan pembekalan tersebut, LPPKS BKPRMI Kabupaten Bulungan berharap pendidikan keluarga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter remaja. Generasi muda tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki pendidikan dan karier, tetapi juga dibekali kemampuan membangun relasi yang sehat, menjalankan tanggung jawab, serta kelak menciptakan keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai keislaman.

Penulis : Zull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rp 7 Juta dan 22 Paket Diduga Sabu Disita, Polres Bulungan Grebeg Sarang Narkoba Tanjung Selor
Di Usia 66 Tahun, Bulungan Masih Berpacu Dengan Pembangunan
Bulungan Sahkan Dua Ranperda, Investasi dan Riset Jadi Fondasi Pembangunan Daerah
Kabut Asap Karhutla Mengintai, Disdikbud Bulungan Minta Sekolah Siapkan Opsi BDR
Buntut Kasus Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bulungan Akan Diberhentikan Sementara Oleh BK
4.959 PBI BPJS Kesehatan Dialihkan ke Bulungan, Pemkab Siapkan Rp500 Juta
DPRD dan Pemkab Bulungan Sahkan Enam Perda, Fokus Percepat Program dan Investasi
Tenguyun Fest 2026 Libatkan 30 UMKM, Syarwani Dorong Pelestarian Budaya Bulungan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:34 WITA

Uang Rp 7 Juta dan 22 Paket Diduga Sabu Disita, Polres Bulungan Grebeg Sarang Narkoba Tanjung Selor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:06 WITA

Di Usia 66 Tahun, Bulungan Masih Berpacu Dengan Pembangunan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:08 WITA

Bulungan Sahkan Dua Ranperda, Investasi dan Riset Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Senin, 28 September 2026 - 15:01 WITA

Kabut Asap Karhutla Mengintai, Disdikbud Bulungan Minta Sekolah Siapkan Opsi BDR

Sabtu, 26 September 2026 - 15:02 WITA

Buntut Kasus Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bulungan Akan Diberhentikan Sementara Oleh BK

Berita Terbaru