Keluarga WR Soepratman Tegaskan “Indonesia Raya” Milik Negara, Tak Pernah Tuntut Royalti

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : WR. Soepratman, Pengarang Lagu Indonesia Raya

Foto : WR. Soepratman, Pengarang Lagu Indonesia Raya

Lintasjejaring.com, Jakarta – Keluarga besar pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Soepratman, angkat suara perihal polemik royalti.

Ketua umum Yayasan WR Soepratman Meester Cornelis Jatinegara, Endang WJ Turk, menegaskan bahwa, hak cipta Indonesia Raya telah lama diserahkan ke tangan negara.

“Hak cipta lagu kebangsaan Indonesia Raya telah diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Republik Indonesia tanpa syarat oleh empat ahli waris WR Soepratman,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hak Cipta Diserahkan Sejak 1957

Baca Juga:  Tenguyun Fest 2026 Libatkan 30 UMKM, Syarwani Dorong Pelestarian Budaya Bulungan

Penyerahan ini dilakukan lewat SK Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada 25 Desember 1957, dan ditegaskan kembali pada 14 Maret 1960, empat ahli waris yang menandatangani, adalah Ny. Roekijem Soepratijah, Ny, Roekinah Soepratirah, Ny. Ngadini Soepratini, dan Ny. Gijem Soepratinah.

Sebagai penghargaan, pemerintah saat ini memberikan Rp 250.000 -, jika disetrakan dengan nilai emas kini, mencapai angka sekitar Rp 6,4 miliar.

Karya Masuk Domain Publik

Endang menjelaskan, seluruh karyawan WR Soepratman, masuk ke domain publik sejak 2009, kecuali dia lagu : Indonesia Tjantik (1924), dan Indonesia Hai Iboeke (1928).

Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Relokasi Pedagang Pasar Subuh, Isu Pembangunan Chinatown Muncul

Dua karya itu, kemudian diaransemen ulang oleh cicit buyutnya, Antea Putri Turk, pada 2023. Dengan aransemen baru, Antea berhak atas hak cipta serta royalti. Album 12 lagu WR Soepratman yang diluncurkannya pun, meraih rekor MURI.

Tak Pernah Menuntut Royalti

Meski lagu – lagu WR Soepratman telah mewarnai perjalanan bangsa, keluarga menegaskan bahwa mereka, tidak pernah menuntut royalti.

“Yang kami harapkan adalah pengakuan atas hak moral, berupa apresiasi kepada yayasan kami serta kepada Antea Putri Turk selaku Duta Yayasan,” ujar Endang.

Pihak keluarga juga berharap, agar Antea dapat tampil di panggung kenegaraan.

“Kami berharap Antea diundang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyanyikan 12 lagu karya asli WR Soepratman dalam Konser Kenegaraan di Istana Merdeka,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  DPRD Samarinda Revisi Raperda Limbah B3, Samri : Jangan Sampai Bertentangan dengan Aturan Pusat

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru