Lintasjejaring.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda kembali menyoroti isu klasik dalam sektor pendidikan, yakni kualitas dan kekurangan tenaga pendidik. Sorotan ini disampaikan dalam agenda hearing bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda yang berlangsung di Kantor DPRD, Selasa (1/7/2025).
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan bahwa meski sejumlah program infrastruktur pendidikan seperti pembangunan gedung SMP dan SMA terus berjalan, kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan guru masih menjadi tantangan besar.
“Kami mencermati bahwa kendala utama hari ini bukan hanya pada fisik bangunan, tapi pada kualitas dan ketersediaan guru. Ini problem nyata yang perlu segera dicari solusinya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Novan menyebut, setiap tahun puluhan guru pensiun, namun perekrutan guru baru tidak berjalan seimbang. Kondisi ini menyebabkan kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah, terutama jenjang menengah.
“Masalahnya bukan hanya di kuantitas, tapi juga kualitas. Ketersediaan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru masih sangat terbatas,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan penuh dalam menyelenggarakan pelatihan atau diklat guru, karena tanggung jawab tersebut berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Keterbatasan ini mempersempit ruang gerak Disdikbud dalam menangani peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Disdikbud tidak bisa langsung mengadakan pelatihan. Itu ranahnya BPSDM. Jadi, koordinasi lintas instansi harus lebih diperkuat kalau kita ingin kualitas pendidikan meningkat,” jelas Novan.
Komisi IV pun mendorong agar Pemerintah Kota Samarinda lebih serius menangani persoalan SDM di sektor pendidikan, termasuk dengan merancang strategi jangka panjang dalam penyediaan dan penguatan tenaga pengajar.
Menurut Novan, pendidikan yang berkualitas bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut guru sebagai ujung tombak proses belajar mengajar.
“Guru adalah tulang punggung dunia pendidikan. Tanpa guru yang berkualitas dan cukup jumlahnya, sekolah sebagus apapun tidak akan optimal,” pungkasnya.
(Ard/ADV DPRD Samarinda)









