LINTASJEJARING.COM, BERAU – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, menjadi perhatian serius DPRD Berau. Anggota DPRD, Ratna Kalalembang, mengungkapkan keprihatinannya atas fakta bahwa banyak pelaku merupakan orang terdekat korban.
“Kasus ini harus menjadi atensi khusus yang harus dikawal, baik dari sisi hukum maupun kesehatan mental para korban,” tegas Ratna, yang juga merupakan anggota dari Partai Golkar, Rabu (23/10/24).
Ratna menekankan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat, yang seharusnya menjadi pelindung, sangat disayangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai seorang ibu, saya merasakan betul betapa mirisnya kondisi ini. Korban seharusnya merasa aman dengan orang terdekat, bukan justru menjadi sasaran,” ungkapnya.
DPRD Berau berkomitmen untuk mendukung dan mengawal aspirasi masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak. Ratna mendorong semua pihak, terutama dinas terkait, untuk lebih aktif dalam sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak.
“Dinas terkait harus gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih sadar akan perlindungan perempuan dan anak. Jangan sampai pelaku adalah orang terdekat dari korban,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kasus kekerasan. Dengan upaya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau dapat diminimalisir dan diatasi secara efektif.
“Laporkan jika menemukan tindakan kekerasan. Jangan takut untuk melapor, karena itu bisa menyelamatkan korban,” tandasnya.
(sean/adv/DPRD Berau)









