Nondoi 2026 Jadi Panggung Seni Enam Kecamatan, Disbudpar Buka Ruang bagi Seniman Lokal

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Disbudpar PPU, Suparman.

Foto: Sekretaris Disbudpar PPU, Suparman.

Lintasjejaring.com, Penajam – Festival Belian Adat Nondoi 2026 tidak hanya disiapkan sebagai panggung pelestarian ritual adat, tetapi juga ruang untuk memperlihatkan keberagaman seni budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU berharap seluruh kecamatan mengirimkan perwakilan untuk menampilkan karya seni sesuai potensi dan kreativitas masing-masing. Senin (26/10/2026).

Sekretaris Disbudpar PPU, Suparman, mengatakan keterlibatan setiap kecamatan menjadi salah satu hal yang diharapkan dalam pelaksanaan festival. Meski konsep penampilan masih dimatangkan, pemerintah daerah ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat di berbagai wilayah untuk ikut meramaikan agenda budaya tersebut.

“Kami mengupayakan agar setiap kecamatan memiliki perwakilan yang tampil. Dengan begitu, potensi seni dan budaya dari masing-masing wilayah bisa ikut diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Suparman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap Kecamatan Bebas Menentukan Penampilan

Disbudpar PPU memberikan keleluasaan kepada masing-masing kecamatan untuk menentukan bentuk pertunjukan yang akan dibawakan. Koordinator di setiap wilayah nantinya dapat memilih pengisi acara berdasarkan potensi seni dan sumber daya yang tersedia.

Baca Lainnya:  DPRD Berau Desak Pengawasan Ketat Minyakita, Pastikan Takaran Dan Harga Sesuai

Pilihan pertunjukan pun tidak dibatasi hanya pada kesenian tradisional setempat. Kecamatan juga diperbolehkan menampilkan karya seni dari daerah lain, sehingga panggung Nondoi dapat menghadirkan ragam ekspresi budaya yang lebih luas.

“Harapan saya, setiap kecamatan tidak hanya menampilkan karya seni lokal. Kesenian dari daerah lain juga bisa ditampilkan agar pertunjukannya lebih beragam,” katanya.

Konsep tersebut membuka peluang bagi berbagai kelompok seni untuk terlibat. Penampilan dapat berasal dari sanggar, komunitas seni, maupun pelajar yang memiliki kemampuan di bidang kesenian.

Namun, teknis pemilihan penampil belum ditentukan secara terpusat oleh Disbudpar. Masing-masing kecamatan akan mengatur mekanisme pelibatan peserta sesuai koordinasi di wilayahnya.

Pelajar dan Sanggar Seni Berpeluang Terlibat

Pelibatan pelajar menjadi salah satu kemungkinan dalam pengisian acara. Kecamatan dapat mengoordinasikan penampil melalui sekolah maupun kelompok kesenian yang ada di wilayah masing-masing.

Baca Lainnya:  DKP Kukar Sesuaikan Bantuan Bibit dengan Potensi Perikanan Pesisir hingga Hulu

Suparman menjelaskan, pemerintah daerah tidak menetapkan satu pola khusus dalam menentukan kelompok yang akan tampil. Pengaturan tersebut diserahkan kepada koordinator kecamatan agar setiap wilayah memiliki keleluasaan menyesuaikan penampilan dengan potensi yang dimiliki.

“Kami serahkan kepada masing-masing kecamatan. Mereka bisa menentukan apakah melibatkan sekolah, sanggar seni, atau kelompok lainnya yang dinilai sesuai,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, pola tersebut bukan berupa pertukaran kelompok seni antarkecamatan seperti dalam kegiatan muhibah budaya. Setiap kecamatan tetap memiliki kewenangan memilih dan menampilkan karya seni yang dianggap paling tepat untuk mewakili wilayahnya.

Dengan pola itu, Nondoi diharapkan menjadi ruang ekspresi bersama tanpa membatasi kreativitas peserta. Keberagaman penampilan juga dapat memperlihatkan bahwa kekayaan budaya PPU tidak hanya bertumpu pada satu bentuk kesenian.

Ritual Belian Tetap Menjadi Bagian Utama

Festival Belian Adat Nondoi 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dengan pusat kegiatan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, PPU. Selain pertunjukan seni dari perwakilan kecamatan, ritual Belian tetap menjadi bagian utama dalam rangkaian kegiatan.

Baca Lainnya:  RSUD Abdul Rivai Kekurangan Dokter Spesialis, DPRD Minta Pemerintah Segera Bertindak

Kehadiran berbagai penampil diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam agenda kebudayaan. Seniman lokal, pelajar, dan kelompok seni memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya sekaligus menunjukkan keberagaman ekspresi budaya yang berkembang di daerah.

“Harapannya, Nondoi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah bagi seniman dari berbagai kecamatan untuk menampilkan karya mereka. Kami ingin generasi muda ikut terlibat, mengenal, dan terus mengembangkan seni budaya daerah,” harap Suparman.

Ruang partisipasi tersebut, menjadi penting agar pelestarian budaya tidak hanya berlangsung melalui ritual adat, tetapi juga melalui kesempatan berkarya dan tampil di hadapan masyarakat.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet
Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik
Sunggono Dorong Pariwisata Kukar Berkontribusi pada Pendapatan Masyarakat Jelang MTQH ke-46 Kaltim
Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
DPRD Kukar Minta Kajian Akademis untuk Tentukan Penanganan Turap Taman Musik
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:18 WITA

Distanak Kukar Siapkan Pengembangan Ayam Petelur di Lima Kecamatan, Gunakan Sistem Pullet

Kamis, 5 November 2026 - 21:55 WITA

Pembudidaya Ikan Jadi Salah Satu Kelompok yang Banyak Manfaatkan Kredit Kukar Idaman Terbaik

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Berita Terbaru