Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Potensi perikanan yang berbeda di setiap kecamatan menjadi pertimbangan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendukung usaha masyarakat. Senin (12/10/2026).
Kawasan pesisir diarahkan pada pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik perairannya, sedangkan wilayah tengah hingga hulu memiliki peluang besar pada budidaya ikan air tawar.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, menjelaskan Muara Badak, Anggana, dan Samboja memiliki potensi pengembangan rumput laut serta budidaya udang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, produksi ikan air tawar berkembang di sejumlah wilayah. Loa Kulu dan kawasan hulu Kukar menjadi daerah yang banyak menopang produksi ikan nila.
Adapun budidaya ikan patin antara lain dikembangkan di Muara Muntai, Muara Wis, dan Kota Bangun.
Penyesuaian bantuan berdasarkan potensi daerah diharapkan membuat dukungan pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan pembudidaya.
“Bantuan yang disediakan pada 2026 mencakup benih ikan, benur, pakan, hingga probiotik,” kata Sabar.
Selain kuantitas produksi, DKP Kukar juga menaruh perhatian pada kualitas ikan yang dihasilkan. Pembudidaya diimbau menggunakan pakan dengan kandungan nutrisi yang sesuai dan tidak memakai bahan kimia yang dilarang dalam proses budidaya.
Sabar mengatakan, pakan pabrikan umumnya telah diformulasikan dengan kandungan protein, lemak, dan kadar air untuk mendukung pertumbuhan ikan. Penggunaan probiotik juga dapat menjadi salah satu pilihan dalam pengelolaan pakan.
“Harapan kita, hasil produksi budidaya tidak mengandung bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan. Pakan pabrikan yang digunakan rata-rata sudah diuji di laboratorium dan kandungannya telah disesuaikan. Kalau pembudidaya menggunakan probiotik untuk campuran pakan, itu juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan perikanan di Kukar diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas komoditas yang dipasarkan kepada masyarakat.
(Adv/Diskominfo Kukar)










