59 Koperasi Merah Putih di Samarinda Ditargetkan Gerakkan Ekonomi, DPRD Soroti Kesiapan Usaha

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan

Foto: Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan

Lintasjejaring.com, Samarinda – Keberhasilan Koperasi Merah Putih di Kota Samarinda tidak cukup diukur dari jumlah gerai yang dibangun. Kemampuan menjalankan usaha, menyediakan kebutuhan pokok, serta bertahan menghadapi persaingan pasar menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah dan pengelola koperasi. Jumat (23/10/2026).

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai program koperasi yang telah dibentuk di 59 kelurahan tersebut belum menunjukkan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, koperasi harus memiliki arah usaha yang jelas agar keberadaannya benar-benar membantu kebutuhan warga. Tanpa kesiapan operasional dan pengelolaan yang matang, pembangunan gerai berisiko tidak menghasilkan aktivitas ekonomi sebagaimana tujuan awal program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya belum melihat koperasi mana yang beroperasi sudah dengan baik dan belum berjalan,” ungkap Viktor.

Viktor menilai pengelola koperasi perlu memahami kondisi ekonomi masyarakat di setiap kelurahan sebelum menentukan jenis usaha yang dijalankan.

Baca Lainnya:  Gas Melon Langka, DPRD Samarinda Dorong Satgas Pengawasan Distribusi Dibentuk

Kebutuhan seperti sembako, gas elpiji, obat-obatan, dan berbagai barang pokok lainnya dapat menjadi peluang usaha yang langsung bersentuhan dengan kehidupan warga.

“Kalau koperasi bisa menyediakan kebutuhan sehari-hari, masyarakat tentu lebih mudah mendapatkan barang yang diperlukan dengan harga terjangkau,” katanya.

Namun, menurut Viktor, kegiatan usaha tidak bisa hanya dibentuk berdasarkan konsep umum. Pengelola harus mengetahui kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Seandainya koperasi ini bisa menjadi solusi terhadap kesulitan ekonomi masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda, itu bagus,” ujarnya.

Selain memahami kebutuhan masyarakat, koperasi juga harus memiliki kemampuan menghadapi persaingan usaha di kawasan perkotaan.

Baca Lainnya:  Abdul Waris Ajak Warga Berau Sambut Idul Fitri dengan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Keberadaan toko ritel modern dan berbagai jaringan perdagangan membuat pengelola perlu menyusun strategi agar koperasi memiliki daya tarik bagi konsumen.

“Pemerintah harus memastikan setiap koperasi memiliki pengelolaan yang baik, barang yang tersedia, dan usaha yang benar-benar berjalan. Kita punya pengalaman KUD dulu yang banyak tidak berjalan optimal. Jangan sampai Koperasi Merah Putih mengalami nasib yang sama,” paparnya.

Menurutnya, pembentukan koperasi harus disertai kesiapan pengelola dan sistem usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Di luar persoalan operasional, Viktor turut menyinggung pembayaran pekerjaan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.

Baca Lainnya:  Museum Batu Bara Teluk Bayur Segera Dioperasikan, DPRD Berau Desak Kepastian Pengelolaan

Ia menyebut terdapat kontraktor maupun subkontraktor yang belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian pemerintah agar tidak menimbulkan masalah berkepanjangan.

Viktor menilai evaluasi program harus mencakup seluruh tahapan, mulai dari pembangunan fasilitas, kepastian pembiayaan, hingga kesiapan koperasi menjalankan kegiatan usaha.

“Intinya saya menekankan supaya Koperasi Merah Putih itu bisa berjalan dan berdampak kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memastikan koperasi benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPP Empat Bulan Pegawai Dua RSUD Kaltim Cair Rp102,52 Miliar, Sisa Anggaran Rp73 Miliar
GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik
Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu
Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram, Kemarau Sulawesi Bikin Harga Pangan Samarinda Bergejolak
Babah Alun Pulang ke ‘Mahakam’: Pesan untuk Anak Muda Kaltim, Jangan Hanya Bersuara, tetapi Berkarya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:02 WITA

TPP Empat Bulan Pegawai Dua RSUD Kaltim Cair Rp102,52 Miliar, Sisa Anggaran Rp73 Miliar

Rabu, 4 November 2026 - 22:26 WITA

GERAM Tagih Enam Tuntutan, Pemprov Kaltim Jelaskan Karhutla hingga Gangguan Listrik

Selasa, 3 November 2026 - 21:49 WITA

Bobol Dua ATM Usai Matikan CCTV, Pelaku Diduga Kabur ke Luar Kaltim, Polisi Kerahkan Tim Pemburu

Selasa, 3 November 2026 - 20:12 WITA

Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Berita Terbaru