Lintasjejaring.com, Samarinda – Langit Samarinda akhirnya menurunkan hujan deras pada Senin (28/9/2026) siang. Setelah lebih dari dua bulan menghadapi kemarau, panas, dan debu, warga menyambut turunnya hujan dengan rasa lega dan syukur. Senin (28/09/2026).
Hujan mulai mengguyur sejumlah kawasan Samarinda pada siang hari. Air hujan membasahi jalan-jalan yang sebelumnya kering dan berdebu. Suhu udara pun perlahan turun sehingga warga merasakan suasana yang lebih sejuk.
Hujan kali ini terasa istimewa bagi masyarakat. Sebab, warga sudah cukup lama menanti perubahan cuaca setelah kemarau membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih panas dan berdebu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad, salah seorang warga Samarinda, mengaku tidak menyangka hujan akan turun pada Senin siang. Sebelum awan mulai menutup langit, matahari justru terasa cukup terik.
“Alhamdulillah mas turun, enggak disangka hari ini turun hujan. Padahal tadi cukup terik juga,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, hujan memberikan rasa lega setelah warga menghadapi cuaca panas dalam waktu cukup panjang. Ia berharap hujan kali ini menjadi awal berakhirnya masa kemarau di Samarinda.
Warga lainnya juga menyambut hujan dengan antusias. Setelah berhari-hari merasakan panas, turunnya air hujan membuat udara terasa lebih nyaman.
“Senang sekali akhirnya hujan. Sudah lama rasanya Samarinda panas terus. Mudah-mudahan hujannya bisa sering turun lagi,” katanya.
Kemarau panjang juga membuat debu mudah beterbangan ketika kendaraan melintas. Kondisi tersebut terasa terutama di ruas jalan yang ramai dan kawasan dengan permukaan tanah terbuka.
Karena itu, hujan deras yang mengguyur Samarinda ikut membawa perubahan pada lingkungan. Air hujan membasahi jalan dan membantu mengurangi debu yang selama ini beterbangan.
Seorang warga lainnya mengaku merasakan perubahan tersebut. Ia mengatakan udara terasa lebih segar setelah hujan turun.
“Tadi panas sekali, terus tiba-tiba mendung dan hujan deras. Alhamdulillah, udara langsung terasa lebih enak. Debu juga mudah-mudahan berkurang,” ujarnya.
Hujan juga membuat sejumlah pepohonan dan lingkungan sekitar kembali mendapatkan air setelah menghadapi kondisi kering selama berminggu-minggu.
Warga Samarinda berharap hujan tidak hanya turun sekali. Setelah lebih dari dua bulan menghadapi kemarau, masyarakat berharap hujan kembali turun secara berkala.
Harapan itu muncul karena hujan tidak hanya membuat udara lebih sejuk, tetapi juga membantu mengurangi debu dan memberikan pasokan air bagi lingkungan.
“Semoga setelah ini hujan kembali turun dan kemaraunya benar-benar berakhir,” pungkasnya.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi










