Generasi Muda Di antara Ambisi Dan Kesehatan Mental

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Az Zahra Arumbiana Wilujenh, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam UINSI Kota Samarinda.

Foto : Az Zahra Arumbiana Wilujenh, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Az Zahra Arumbiana Wilujenh

Generasi muda saat ini hidup di tengah tuntutan yang semakin tinggi. Perkembangan teknologi dan persaingan global mendorong anak muda untuk terus berprestasi, produktif, dan serba cepat. Ambisi pun menjadi nilai yang diagungkan. Namun, di balik dorongan untuk sukses tersebut, kesehatan mental kerap terabaikan.

Media sosial memperkuat tekanan itu. Berbagai pencapaian dan gaya hidup ideal dipamerkan setiap hari, menciptakan standar kesuksesan yang sering kali tidak realistis. Akibatnya, banyak generasi muda merasa tertinggal, cemas terhadap masa depan, dan takut gagal. Perbandingan sosial yang terus-menerus ini berdampak langsung pada kondisi psikologis mereka.

Baca Juga:  Antara Gedung Baru Dan Gedung Lama

Ambisi sejatinya berperan penting dalam mendorong perkembangan diri. Namun, ketika ambisi tidak diimbangi dengan kesadaran akan batas diri, ia dapat berubah menjadi beban. Budaya kerja keras tanpa henti membuat istirahat dianggap sebagai kemalasan, sementara kelelahan dipandang sebagai hal yang wajar. Tidak sedikit generasi muda yang memaksakan diri hingga mengalami stres dan burnout.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah kesehatan mental di kalangan anak muda semakin nyata, tetapi masih sering diselimuti stigma. Banyak yang enggan bercerita atau mencari bantuan karena takut dianggap lemah. Padahal, kesehatan mental yang baik merupakan fondasi bagi produktivitas dan pencapaian jangka panjang.

Baca Juga:  Kekerasan Di Kalimantan Timur Yang Terus Kita Anggap Biasa

Peran lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam kondisi ini. Keluarga, institusi pendidikan, dan tempat kerja sering kali lebih menekankan hasil akhir dibandingkan proses dan kesejahteraan psikologis. Minimnya ruang dialog dan dukungan emosional membuat generasi muda merasa harus menghadapi tekanan seorang diri, tanpa tempat yang aman untuk berbagi.

Baca Juga:  IKN Twin Cities, Terlihat Manis atau Miris?

Generasi muda kini berada di persimpangan penting: terus mengejar ambisi dengan mengorbankan kesehatan mental, atau mulai membangun keseimbangan yang lebih sehat. Kesuksesan seharusnya tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesejahteraan diri. Ambisi dan kesehatan mental bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi yang perlu berjalan beriringan.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru