Membangun Kompetensi Profesional Melalui PKL : Pengalaman Mahasiswa dalam Sistem Manajemen Perjalanan Umrah Di PT Wafi Mazidah Wisata

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 07:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nur Faizah, Mahasiswi PKL Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Foto : Nur Faizah, Mahasiswi PKL Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda.

Oleh : Nur Faizah

Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja dan meningkatnya tuntutan global terhadap kualitas sumber daya manusia, dunia pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan sarjana yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap terjun ke lapangan dengan keterampilan yang relevan. Salah satu media pembelajaran paling efektif yang mampu menjembatani ruang teori dan praktik adalah Program Kerja Lapangan (PKL). Melalui PKL, mahasiswa tidak hanya menguji kompetensinya, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang membentuk karakter profesional. Hal ini tampak jelas melalui pelaksanaan PKL di PT Wafi Mazidah Wisata, sebuah perusahaan penyelenggara perjalanan umrah dan haji yang selama ini dikenal karena kualitas pelayanan dan komitmennya terhadap bimbingan ibadah yang bermutu.

PKL memberikan ruang bagi mahasiswa untuk merasakan langsung realitas dunia kerja. Saat melaksanakan PKL di PT Wafi Mazidah Wisata, mahasiswa berhadapan dengan dinamika organisasi yang sesungguhnya: ritme kerja yang cepat, kebutuhan pelayanan kepada jamaah yang terus berjalan, serta tuntutan akurasi data dan profesionalisme yang tinggi.

Pengalaman ini tidak dapat digantikan oleh buku ajar mana pun. Mahasiswa belajar bahwa dunia kerja memiliki standar, ritme, dan tantangan yang berbeda dibandingkan lingkungan akademik. Di sinilah PKL menjadi media pembentukan mental dan karakter yang tangguh, karena mahasiswa dituntut untuk belajar, beradaptasi, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan.

Salah satu tanggung jawab utama yang diberikan kepada mahasiswa adalah penyusunan dan pembaruan database jamaah, yang meliputi data paspor, vaksin, KTP, KK, manifest, alamat, hingga visa. Pekerjaan ini menuntut ketelitian tingkat tinggi karena kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada proses keberangkatan jamaah. Melalui tugas ini, mahasiswa belajar bahwa akurasi bukan sekadar tuntutan teknis, tetapi bentuk tanggung jawab moral. Kesadaran ini membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih teliti, hati-hati, dan memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki konsekuensi.

Sebagai travel umrah, PT Wafi Mazidah Wisata menempatkan pelayanan jamaah sebagai prioritas utama. Mahasiswa PKL ikut terlibat dalam interaksi dengan jamaah, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi digital. Dalam proses ini, mahasiswa diuji kemampuannya dalam berkomunikasi secara sopan, informatif, dan solutif. Tidak jarang mahasiswa harus menghadapi pertanyaan berulang dari jamaah, mengatasi kebingungan dokumen, atau memberikan penjelasan tambahan terkait proses perjalanan. Situasi ini melatih kesabaran, empati, serta kemampuan menjelaskan sesuatu secara sederhana namun jelas.

Salah satu keunggulan PT Wafi Mazidah Wisata adalah keseriusannya dalam mengembangkan strategi digital. Mahasiswa yang melaksanakan PKL mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan konten promosi dan edukasi, seperti poster paket umrah, video testimoni, materi manasik digital, hingga edukasi tips perjalanan. Pengalaman ini bukan hanya meningkatkan keterampilan desain dan komunikasi digital, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada konsep dakwah digital bahwa menyebarkan edukasi dan inspirasi ibadah kini tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui media sosial dan platform online. Mahasiswa belajar menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah, sekaligus memahami pentingnya konsistensi, kredibilitas, dan estetika dalam konten yang dipublikasikan.

Baca Juga:  Kampus? Tempat Belajar atau Organisasi?

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan manasik umrah menjadi pengalaman yang memberi kesan mendalam. Mahasiswa melihat langsung bagaimana perusahaan membina jamaah dengan pendekatan sistematis, mulai dari materi teori ibadah, simulasi tata cara umrah, hingga penjelasan etika perjalanan. Pengalaman ini memperluas pemahaman mahasiswa terhadap manajemen dakwah—bahwa bimbingan ibadah bukan sekadar penyampaian materi, melainkan proses strategi yang terstruktur untuk memastikan jamaah memahami dan mampu mengamalkan ibadah secara benar.

Hal yang tak kalah penting adalah atmosfer kerja di PT Wafi Mazidah Wisata yang sangat mendukung kenyamanan dan perkembangan mahasiswa. Para staf bersikap terbuka, ramah, dan siap membantu mahasiswa memahami alur kerja perusahaan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari pekerjaan, tetapi dari keteladanan para pegawai yang disiplin, komunikatif, dan bekerja dengan hati. Keterlibatan mahasiswa dalam diskusi ringan, pertemuan internal, hingga kegiatan ibadah bersama juga membentuk kedekatan emosional yang penting dalam proses pembelajaran.

Baca Juga:  DARI JALANAN KE RUANG PUBLIK : SOLUSI KOMUNITAS UNTUK MEREDAM GENG MOTOR DI SAMARINDA

Melalui pengalaman yang didapat selama PKL di PT Wafi Mazidah Wisata, mahasiswa menyadari bahwa kompetensi utama seorang sarjana bukan sekadar penguasaan teori, tetapi kombinasi antara ilmu, keterampilan, karakter, dan pengalaman. PKL melatih mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam tim. Mereka tidak hanya memahami bagaimana perusahaan berjalan, tetapi juga bagaimana sebuah strategi pelayanan dan dakwah dibangun, dikelola, dan dikembangkan. Dengan kata lain, PKL bukan hanya bagian dari kurikulum ia adalah investasi jangka panjang untuk membentuk insan profesional yang siap berkontribusi dalam dunia kerja maupun ranah dakwah.

PKL di PT Wafi Mazidah Wisata menunjukkan bahwa praktik lapangan memiliki peran vital dalam pembentukan sarjana yang unggul. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk integritas dan etos kerja yang tidak dapat dilatih melalui teori semata. Dalam era kompetisi global seperti sekarang, PKL menjadi wahana yang sangat strategis dalam membentuk generasi yang tangguh, profesional, dan siap mengabdikan diri dalam dunia kerja maupun pelayanan umat.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 33 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA