Lintasjejaring.com, Samarinda – Rusdi Doviyanto, selaku Anggota DPRD Kota Samarinda, menyerap aspirasi masyarakat RT 37, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, menggelar reses di malam hari. Masyarakat menyambut kegiatan reses tersebut dengan sangat antusias, warga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan aspirasi mereka sebaik mungkin.
Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, permasalahan banjir masih menjadi keluhan utama warga dapilnya. Ia memastikan bahwa permasalahan ini, telah diusulkan dalam Pokok Pikirannya (Pokir) agar dapat segera direalisasikan di anggaran tahun 2026.
“Masalah klasik di Samarinda adalah banjir. Dan aspirasi masyarakat dapil saya telah saya masukkan dalam Pokir saya, semoga dapat terealisasikan di tahun 2026,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain banjir, masyarakat juga meminta terkait perbaikan jalan, penanganan tembok Turap yang hampir roboh serta pengadaan peningkatan akses air bersih. Saat ini pipa air, hanya berukuran dua inci sehingga alirannya sangat kecil.
“Saya juga menyerap aspirasi warga yang meminta ukuran pipa untuk diperbesar, agar air bisa mengalir lebih deras,” jelasnya
Permasalahan lain yang ikut disampaikan oleh masyarakat, adalah terkait kabel jaringan yang melengkung karena jarak antar tiang terlalu jauh, sehingga kabel menggantung dan menyangkut ke dahan pohon. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga saat hujan atau angin kencang, pohon bisa tumbang dan mengakibatkan kabel tertarik hingga putus.
“Tentunya hal ini cukup berbahaya bagi warga saya, nantinya akan saya coba komunikasikan pada pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara), agar ada penambahan tiang atau ada solusi lain yang dapat diberikan oleh pihak PLN,” terangnya.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, warga juga meminta dengan adanya penggantian karpet di langgar setempat, karena sudah sangat lama tidak diganti.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda ini, juga menegaskan akan berkoordinasi dengan PLN, PDAM, dan instansi terkait untuk menindaklanjuti semua aspirasi tersebut. Untuk program yang bisa langsung ditangani, ia berharap bisa dieksekusi lebih cepat selama ketersediaan material mencukupi.
Ia sebagai Perwakilan Legislatif Dapil IV Samarinda Ulu juga menekankan, bahwa ia akan segera berkoordinasi dengan pihak – pihak instansi terkait, untuk dapat menindaklanjuti
“Kalau tiang listrik ada, pipa air ada, pastinya akan segera saya komunikasikan untuk segera dikerjakan atau mencari solusi terkait permasalahan ini,” tegasnya.
Sebagian aspirasi yang ia terima, telah ia masukkan dalam sistem perencanaan anggaran sejak bulan Agustus lalu, karena ia telah lebih dahulu meminta warga untuk mengajukan proposal sebelum reses berlangsung.
“Saya telah memasukkan ke Pokir saya untuk di anggaran 2026. Yang sifatnya kecil mungkin bisa menggunakan dana Probebaya, tapi kalau sifatnya besar bisa masuk ke Pokir,” tekannya.
Ia memastikan bahwa aspirasi yang dianggapnya paling mendesak, akan diprioritaskan.
“Mana yang urgent, itu yang akan terlebih dahulu kita dahulukan. Kalau belum masuk di anggaran murni 2026, nanti akan kita dorong di anggaran perubahan,” tandasnya.
(Sean)









