Tujuh Anggota Brimob Terbukti Langgar Kode Etik, Kasus Tewasnya Driver Ojol Affan Diusut Tuntas

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Para Pelaku Yang Berada Di Dalam Rantis Yang Menewaskan Affan Kurniawan.

Foto : Para Pelaku Yang Berada Di Dalam Rantis Yang Menewaskan Affan Kurniawan.

Lintasjejaring.com, Jakarta – Kepala Divisi (Kadiv) Propam Irjen Pol Abdul Karim, mengungkapkan hasil pemeringkatan terhadap tujuh anggota Brimob, yang berada di dalam kendaraan taktis (rantis), saat melindas pengemudi Ojek onlin (ojol), Affan Kurniawan, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8)2025) malam.

Menurutnya, terdapat dua personel duduk di kursi depan, yakni Bripka R sebagai pengemudi, dan Kompol C di kursi penumpang. Sementara itu, lima anggota lain, Aipda R, Briptu D, Bripda M, Baraka J, dan Baraka Y, berada di bagian belakang kendaraan.

Baca Juga:  02 Digugat, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Gibran Katakan Siap Tangkis Semua Gugatan

“Hasil identifikasi sementara, pengemudi kendaraan tersebut adalah Bripka R, didampingi Kompol C di kursi depan. Lima orang lainnya l, duduk di bagian belakang,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Karim juga menegaskan, bahwa ketujuh personel Brimob tersebut, dinyatakan telah melanggar kode etik profesi kepolisian. Divisi Propam juga telah memeriksa, dan akan memproses lebih lanjut, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Era Kepemimpinan Baru, Gejolak Permasalahan Baru Bagi Dunia Pendidikan

Insiden tragis ini, bermula ketika rantis Brimob menabrak Affan, lalu sempat berhenti sejenak, sebelum akhirnya kembali jalan dan melindas tubuh Affan yang sudah tergeletak.

Kejadian tersebut, sontak memicu amarah massa, terutama dari komunitas pengemudi ojol. Massa sempat mengepung Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, hingga membakar pos polisi, di kolong Flyover Senen.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga korban, dan berjanji akan mengusut kasus ini secara transparan.

Baca Juga:  IKN Effect, Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Naik 5, 43 Persen

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengekspresikan kekecewaannya yang sangat mendalam. Ia meminta agar kasus ini, dapat segera diusut hingga tuntas, dan para pelaku dapat dijatuhkan hukuman seberat – beratnya.

“Saya minta kasus ini diusut tuntas, pelaku diberi hukuman sekeras-kerasnya,” tegasnya.

 

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru