DPRD Kutim, Keluhkan Keterlambatan Dokumen KUA-PPAS APBD-P 2025

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lintasjejaring.com, Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), mengeluhkan terkait belum diserahkannya, dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, oleh pihak eksekutif.

Dokumen tersebut, seharusnya sudah diterima legislatif, sejak awal Juli kemarin, Asti Mazar, Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kutim, menyatakan kekecewaannya terhadap keterlambatan tersebut, apalagi pembahasan sudah dijadwalkan sejak Juni, melalui Badan Musyawarah.

“Kami sudah siapkan waktu. Tapi kalau dokumennya tidak datang, apa yang mau kami bahas?” ujarnya.

Keterlambatan ini terjadi, di tengah ancaman defisit anggaran daerah, yang mencapai lebih dari RP 3 Triliun, tanpa kejelasan dokumen resmi, DPRD mengaku kesulitan menelaah program – program prioritas, yang perlu disesuaikan.

Baca Juga:  Dorong Pelestarian Budaya Lokal, Gideon Siap Mengawal

Anggota DPRD lainnya, Hipnie Armansyah, juga mengingatkan bahwa, waktu pembahasan kian menyempit.

“Kalau terus ditunda, bisa-bisa pembahasan dilakukan tergesa. Ini bukan soal waktu semata, tapi soal kualitas kebijakan anggaran,” tegasnya.

Selain keterlambatan dokumen, Absennya Sekretaris Daerah, yang juga menjabat sebagai, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dalam sejumlah rapat turut menuai sorotan.

Baca Juga:  RDP DPRD Samarinda Bahas Polemik Relokasi Pasar Subuh: Pedagang Pelengkap Jangan Diabaikan

DPRD berharap, agar eksekutif dapat segera menyerahkan dokumen KUA- PPAS, dan membangun komunikasi terbuka, agar pembahasan anggaran, dapat berjalan tepat waktu, dan program prioritas masyarakat tidak terhambat.

 

(Zull)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gaji P3K Berpotensi Ditanggung Pusat, Ardiansyah: Ruang Fiskal Daerah Bisa Lebih Longgar
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
Harga Pertalite di Wahau dan Kombeng Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ketersediaan Hingga jarak Pengiriman jadi kendala
Imigrasi Samarinda Gandeng Media, Perkuat Transparansi dan Tangkal Disinformasi Keimigrasian
Meski Akses Terbatas Hambat Penanganan Karhutla, BPBD Kaltim Pastikan Tetap Komitmen 
Sekjen Korda CMI Kaltim Kritik DLH Provinsi Soal Persoalan Sampah

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:01 WITA

Gaji P3K Berpotensi Ditanggung Pusat, Ardiansyah: Ruang Fiskal Daerah Bisa Lebih Longgar

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 07:50 WITA

Ribuan Warga Kutim Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:23 WITA

Harga Pertalite di Wahau dan Kombeng Tembus Rp20 Ribu per Liter, Ketersediaan Hingga jarak Pengiriman jadi kendala

Berita Terbaru