Sengketa Lahan Hambat Proyek Publik, DPRD Samarinda Desak Penyelesaian Lewat Jalur Hukum

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 18:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata

Foto : Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata

Lintasjejaring.com, Samarinda – Ketidakpastian status hukum lahan dinilai menjadi momok serius dalam menghambat berbagai proyek infrastruktur di Samarinda.

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, menyoroti persoalan ini saat menanggapi konflik yang masih berlangsung di kawasan Bengkuring.

Menurut Aris, proyek pengendalian banjir di kawasan tersebut terancam mandek akibat klaim kepemilikan warga terhadap lahan yang telah dikategorikan sebagai aset pemerintah. Padahal, kata dia, proses pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2006.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanah itu sudah dibayar pemerintah hampir 20 tahun lalu. Jadi tidak mungkin dilakukan pembayaran ulang di lokasi yang sama,” tegas Aris, Kamis (19/6/25).

Ia mengungkapkan bahwa tumpang tindih data antara dokumen warga dan arsip pemerintah menjadi penyebab utama konflik ini. Meski Komisi I telah melakukan upaya mediasi, namun belum menghasilkan titik temu karena perbedaan klaim kepemilikan yang tajam.

“Masalah seperti ini tidak bisa hanya diselesaikan lewat pendekatan informal. Jalur hukum adalah satu-satunya cara agar ada kepastian yang mengikat secara legal,” ujarnya.

Aris menambahkan bahwa sengketa lahan semacam ini tak hanya terjadi di Bengkuring, melainkan juga berpotensi muncul di berbagai lokasi lain yang menyangkut pembangunan aset publik. Tanpa kepastian hukum, kata dia, risiko stagnasi proyek semakin besar.

Baca Juga:  DPRD Berau Minta Pengawasan Bisnis Properti Ditingkatkan
Baca Juga:  Pemkab Bulungan Melalui Kesbangpol, Serahkan bantuan Keuangan Parpol

DPRD, melalui Komisi I, memastikan akan terus mengawal proses penyelesaian konflik lahan, termasuk dengan turun langsung ke lapangan dan memfasilitasi dialog antara warga dan pemerintah. Tujuannya, agar kepentingan semua pihak bisa diakomodasi tanpa mengorbankan kelangsungan pembangunan.

“Kami ingin menjadi jembatan penyelesaian, tapi tentu harus dalam kerangka hukum. Karena selama belum ada keputusan pengadilan, maka proyek akan terus terganjal,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pihak untuk menjadikan persoalan lahan sebagai perhatian serius dalam perencanaan proyek ke depan. Penataan administrasi pertanahan, menurutnya, harus dibenahi agar konflik serupa tidak terus terulang.

“Pembangunan tidak boleh terganggu karena dokumen yang tidak sinkron. Kita harus benahi dari hulunya, mulai dari kejelasan aset hingga basis data yang valid,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Baca Juga:  Dorong Kemajuan Pertanian, Agus Uriansyah Minta Pemkab Berau Berikan Pendampingan Kepada Para Petani

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Kabag Kesra Kukar: Rekening Tidak Aktif Hambat Bantuan 91 Penerima Beasiswa Kukar, Kini Tersisa Tiga Orang
Fathul Ingatkan Calon Pendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2027 Lebih Teliti Persyaratan Sejak Awal
Dispora Kukar Buka Peluang Kota Bangun Jadi Tuan Rumah Kejurkab Bulu Tangkis
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Pertahankan Target 600 Penerima Bantuan Permakanan Tahun 2026
DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Nilai Olahraga Jadi Ruang Perkuat Sinergi Forkopimda

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:05 WITA

Kabag Kesra Kukar: Rekening Tidak Aktif Hambat Bantuan 91 Penerima Beasiswa Kukar, Kini Tersisa Tiga Orang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:35 WITA

Fathul Ingatkan Calon Pendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2027 Lebih Teliti Persyaratan Sejak Awal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Kepala Dinsos Kukar, Rinda Pertahankan Target 600 Penerima Bantuan Permakanan Tahun 2026

Berita Terbaru