Lintasjejaring.com, Penajam — Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, kembali menyoroti kondisi Bendungan Lawe-Lawe yang hingga kini belum juga dimanfaatkan secara maksimal, meski telah menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.
Ia menilai, mangkraknya proyek ini selama hampir satu dekade merupakan persoalan serius yang harus segera diselesaikan.
“Bendungan itu awalnya dibangun di atas lahan yang bukan milik pemerintah. Sekarang sudah habis dana besar, tapi tidak bisa difungsikan karena terkendala status lahannya,” kata Raup, Kamis, (17/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Raup menyebut, DPRD telah mendorong pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan lahan sebagai kunci utama pemanfaatan bendungan.
Ia mengapresiasi langkah terbaru berupa pengajuan surat pinjam pakai lahan yang telah disampaikan kepada Pertamina, selaku pemilik lahan.
“Kami ingin lahan itu segera bisa digunakan. Skemanya bisa pinjam pakai lima atau sepuluh tahun, yang penting bendungan bisa berfungsi dulu,” tegasnya.
Ia berharap, penyelesaian masalah ini bisa dilakukan di masa pemerintahan yang sedang berjalan agar bendungan tidak menjadi proyek yang hanya menyisakan bangunan tanpa manfaat.
Lebih jauh, Raup mengingatkan pentingnya perencanaan yang cermat dalam pembangunan infrastruktur, terutama proyek strategis seperti bendungan.
Menurutnya, kelalaian di tahap awal seringkali menimbulkan dampak jangka panjang dan kerugian besar bagi daerah.
Dengan penyelesaian yang tepat, Raup meyakini bendungan Lawe-Lawe bisa memberi kontribusi besar bagi sektor pertanian dan ketersediaan air di PPU.
Harapannya, proyek ini bisa segera berfungsi sebagaimana mestinya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv)









