DPRD PPU Soroti Ketidaksesuaian Data Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

- Redaksi

Senin, 14 April 2025 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi II DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, saat menyampaikan pandangannya.

Foto: Anggota Komisi II DPRD PPU, Bijak Ilhamdani, saat menyampaikan pandangannya.

Lintasjejaring.com, Penajam – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Bijak Ilhamdani, soroti ketidaksesuaian antara capaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilaporkan dan kondisi riil di lapangan, khususnya terkait kemiskinan ekstrem dan stunting.

Hal ini disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD PPU yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024.

Bijak menyampaikan bahwa terdapat OPD yang melaporkan capaian kinerja dengan persentase sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 500 persen. Di sisi lain, ada pula OPD dengan capaian di bawah target.

“Ini menjadi perhatian kami, karena adanya capaian yang sangat tinggi, sementara kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang cukup besar, seperti angka kemiskinan ekstrem dan kasus stunting,” ujarnya, Senin, (14/4/2025).

Ia menambahkan, dalam evaluasi LKPJ tahun ini, DPRD menggunakan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026 sebagai acuan, mengingat masa berlaku RPJMD sebelumnya telah berakhir pada 2023. Meski laporan Bapelitbang menunjukkan seluruh target indikator tercapai, DPRD menilai perlu ada verifikasi lapangan untuk memastikan validitas data.

Baca Juga:  Ketua DPRD PPU Desak Pemanfaatan Bendungan Lawe-Lawe

“Dokumen LKPJ memang tampak baik, namun perlu dipastikan apakah capaian tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya di masyarakat,” kata Bijak.

Sebagai tindak lanjut, DPRD akan memanggil 13 OPD untuk memberikan klarifikasi lebih rinci mengenai capaian kinerja masing-masing.

Baca Juga:  Ishaq: Petani dan Nelayan Belum Sejahtera, Pemerintah Harus Hadir

“Besok kami mulai memanggil satu per satu OPD. Ini penting agar data yang disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan program pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara. (Adv)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD PPU Desak Pemanfaatan Bendungan Lawe-Lawe
Sujiati: Pasokan Air Pertanian Masih Aman
DPRD PPU Apresiasi Kapolres Lama, Sambut Kapolres Baru
Ketua DPRD PPU Ajak Media Aktif Kawal Pembangunan
DPRD PPU Soroti Penyusunan RPJMD 2025–2029, Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat
Sujiati: Pemuda Harus Ambil Peran dalam Brigade Pangan
Sujiati Apresiasi Brigade Pangan: Bukti Dukungan Nyata untuk Petani
Adjie Noval: Pemekaran Kecamatan Dorong Peningkatan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Jumat, 18 April 2025 - 21:13 WITA

Ketua DPRD PPU Desak Pemanfaatan Bendungan Lawe-Lawe

Kamis, 17 April 2025 - 22:09 WITA

Sujiati: Pasokan Air Pertanian Masih Aman

Kamis, 17 April 2025 - 21:38 WITA

DPRD PPU Apresiasi Kapolres Lama, Sambut Kapolres Baru

Kamis, 17 April 2025 - 21:05 WITA

Ketua DPRD PPU Ajak Media Aktif Kawal Pembangunan

Rabu, 16 April 2025 - 20:34 WITA

DPRD PPU Soroti Penyusunan RPJMD 2025–2029, Harus Sesuai Kebutuhan Rakyat

Berita Terbaru