Dispora Kaltim Gaungkan Festival Olahraga Dalam Mengangkat Kekayaan Olahraga Daerah Sebagai Identitas Budaya

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim.

Foto : Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim.

LINTASJEJARING.COM, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Salah satunya adalah Festival Olahraga Tradisional yang diselenggarakan setiap tahun genap, yang mengangkat kekayaan olahraga tradisional daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk menggali dan memperkenalkan olahraga tradisional dari berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Festival olahraga tradisional ini diselenggarakan setiap tahun genap, di mana kegiatan ini menyatu atau mengangkat olahraga tradisional asli dari daerah masing-masing,” ujar Thomas.

Baca Juga:  Justice For Bertha Mimi Jama, Aksi 1000 Lilin Digelar Warga Toraja.

Acara ini memiliki mekanisme seleksi yang ketat, di mana setiap tahun di awal tahun, Dispora Kaltim akan mengadakan seleksi untuk memilih tim yang akan mewakili provinsi dalam festival ini.

“Setiap tahun genap, kita mengadakan seleksi untuk memilih satu tim dari 10 Kabupaten/Kota yang akan dikirim ke tingkat nasional,” tambahnya.

Pada tahun sebelumnya, tim Kalimantan Timur berhasil mengirimkan delegasi ke Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara, untuk mengikuti festival ini di Palu.

Tahun ini, festival olahraga tradisional akan mempertandingkan lima jenis olahraga, yaitu Anu Adam (asinaga), bakiak (terompah), egrang, gasing, dan supit. Menurut Thomas, jenis olahraga yang dipertandingkan pada tahun 2023 dan 2025 akan sama, meskipun setiap tahunnya jenis olahraga yang dipertandingkan akan berganti.

Baca Juga:  Dishub Samarinda Diaudit Total, Akar Masalah Dari Tarif Liar Dan Ketidakjelasan Parkir

“Pada tahun 2023, olahraganya adalah Anu Adam, bakiak, egrang, gasing, dan supit. Ini juga akan menjadi jenis olahraga yang dipertandingkan pada tahun 2025,” jelasnya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa festival olahraga tradisional ini bukanlah pertandingan yang mempertandingkan cabang olahraga secara biasa.

“Festival olahraga tradisional ini bukan mempertandingkan cabang olahraga atau jenis olahraga. Sebaliknya, kegiatan ini menampilkan olahraga tradisional dalam bentuk kreasi tari, di mana gerakan-gerakan dalam tariannya mengandung unsur olahraga yang aktif,” kata Thomas.

Baca Juga:  Night Race Drag Bike 2025, Ajang Adu Kecepatan Resmi Untuk Pecinta Balap Samarinda!

Selain itu, Thomas menegaskan bahwa festival olahraga tradisional diadakan untuk menunjukkan betapa kayanya warisan budaya olahraga yang dimiliki daerah dan sekaligus sebagai wadah bagi kreativitas masyarakat.

“Melalui festival ini, kami ingin memperkenalkan olahraga tradisional yang dapat menjadi aset daerah, sekaligus aset Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan dan melestarikan olahraga tradisional agar tidak terlupakan,” ujar Thomas.

Kegiatan ini juga menandai adanya perkembangan dalam pembinaan dan sosialisasi olahraga di Kalimantan Timur, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berolahraga serta menjaga dan merayakan kekayaan budaya Indonesia. (ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser
Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Proyek Township 100 Hektare Di Samarinda Seberang Ditolak, Karang Taruna Soroti Risiko Longsor

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WITA

JATAM Kaltim Dan Warga Rantau Layang, Laporkan Tambang Emas Ilegal Ke Polres Dan DLH Kab. Pser

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Berita Terbaru