Justice For Bertha Mimi Jama, Aksi 1000 Lilin Digelar Warga Toraja.

- Redaksi

Jumat, 19 April 2024 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Aksi seribu lilin masyarakat Toraja.

Foto : Aksi seribu lilin masyarakat Toraja.

 

Lintasjejaring.com, Samarinda – Mengenang Alharhumah Bertha Mimi Jama, warga Toraja gelar seribu lilin didepan Apotik Kimia Farma, Jalan Hidayatullah, Kota Samarinda pada hari Rabu,18 April 2024 malam.

Aksi seribu lilin yang digelar oleh warga toraja tersebut untuk mengenang alhamarhumah Bertha Mimi Jama (56) yang ditemukan meninggal dalam keadaan tragis dua bulan lalu, kepergiannya sendiri masih menjadi misteri hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, 1000 lilin juga didampingi oleh tulisan “Justice For Ibu Bertha” hal ini sebagai bentuk harapan dari para warga toraja yang ditujukan pada pihak kepolisian agar segera mengungkap dan memberikan keadilan akan kematian yang tidak wajar pada mantan tenaga pendidik tersebut.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Desak Perlindungan Anak yang Nyata, Bukan Sekadar Data

“1000 lilin ini dilaksanakan karena ada banyak yang terlibat didalam penyidikan. Besar harapan kami agar lilin-lilin ini bisa menerangi dan membuka hati para penyidik untuk segera mengungkap kebenaran yang sebenenarnya” ucap yoel yang merupakan salah satu warga toraja yang hadir.

Aksi seribu lilin masyakat Toraja

Dalam aksi yang dilaksanakan dari pukul 19.30 – 21.00 Wita tersebut para simpatisan menggunakan pakaian dengan warna serba putih.

Setiap orang yang hadir juga menyalakan satu lilin sebagai suatu bentuk doa dan dukungan, agar misteri kematian Bertha Mimi yang jasadnya ditemukan membusuk dengan keadaan yang menggenaskan didalam gudang apotik dengan plat merah pada hari Minggu, 18 Februari 2024 tersebut agar dapat segera terungkap.

Baca Juga:  Bupati Ingatkan BUMD Jangan Lepas Dari Tujuan Awal Dibentuk

Terdengar juga lantunan musik dan lagu khas Toraja mengiringi sepanjang berlangsungnya aksi 1000 lilin.

“Kami ingin agar pihak kepolisian dapat terketuk pintu hatinya dan segera melakukan gelar perkara agar semuanya jelas” jelas Tino Ampulembang selaku kuasa hukum keluarga.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum mendapatkan sebuah kejelasan pasti tentang apa saja yang masih tersembunyi. Termasuk tentang keberadaan suami almarhumah yang tidak diketahui hingga sekarang.

“Polisi sendiri belum terbuka perihal kasus ini. Padahal semua aksi yang kami gelar dilakukan dengan damai dan kondusif. Kami sangat menantikan gelar perkara.” tegas Tino Ampulembang.

Perlu diketahui, selama aksi yang berlangsung Apotik Kimia Farma sendiri tetap beroperasi dengan normal.

Baca Juga:  Sinergi Dispora Kaltim dan KORMI Dalam Memperkenalkan Olahraga Tradisional Kapada Masyarakat Kaltim

Para masa aksi dari para warga Toraja yang hadir juga tidak melakukan kegaduhan dan penyalaan lilin dilakukan di area yang aman. Dan pukul 21.00 Wita aksi pun berakhir dengan tertib.

Komisari Besar Polisi (Kombes Pol) Ary Fadli selaku Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Samarinda, melalui Komisaris Polisi (Kompol) Tri Satria Firdaus selaku Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Samarinda telah memastikan bahwa aksi akan berjalan secara kondusif dan tidak menggangu aktivitas masyarakat setempat.

“Kami mengerahkan 80 personel gabungan dari Polresta Samarinda dan Polsek Samarinsa Kota untuk melakukan pengamanan. Dari awal hingga akhir aksi ini berjalan dengab kondusif”. tandasnya.

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru