DPRD Samarinda Desak Perlindungan Anak yang Nyata, Bukan Sekadar Data

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 15:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Angka kekerasan terhadap anak di Samarinda masih tergolong tinggi dan terus menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai bahwa penanganan kasus tidak cukup hanya bertumpu pada lembaga formal, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif dari masyarakat.

“Kita tidak bisa berharap semua titik diawasi aparat. Masyarakat harus berani melapor. Itu adalah langkah awal dan bentuk perlindungan nyata terhadap anak-anak,” ujar Sri Puji, Jumat (20/6/25).

Ia menegaskan bahwa budaya bungkam, terutama dari pihak keluarga korban, justru memperpanjang trauma dan penderitaan anak. Menurutnya, ketakutan terhadap stigma sosial sering kali membuat kasus kekerasan tidak terungkap, bahkan berulang.

“Ketika keluarga memilih diam, maka pelaku mendapat ruang aman. Ini bukan soal malu, ini soal tanggung jawab terhadap anak yang menjadi korban,” tegasnya.

Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat 189 kasus kekerasan anak di Samarinda pada 2023.

Meski terjadi penurunan menjadi 150 kasus di 2024, hingga Mei 2025 sudah tercatat 87 kasus. Pelecehan seksual masih menjadi bentuk kekerasan paling dominan, dengan anak perempuan sebagai korban terbanyak.

Baca Juga:  Wabup Bulungan Komitmen Tingkatkan UMKM, Kilat: Harus Terus Berkembang Hingga Nasional

Menanggapi hal ini, Sri Puji menyatakan bahwa tren penurunan belum mencerminkan perubahan sistemik. Ia menilai, kasus yang berhasil dicatat hanyalah sebagian kecil dari kejadian sesungguhnya.

“Selama kekerasan terhadap anak masih dianggap isu domestik atau urusan pribadi, maka perubahan tidak akan terjadi. Kita harus hentikan pola pikir ini,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Samarinda, lanjutnya, mendorong penguatan kolaborasi antar-lembaga, mulai dari penegak hukum, dinas perlindungan anak, hingga pihak sekolah. Menurutnya, sekolah juga harus berani bertindak tegas jika pelaku berasal dari lingkungan tenaga pendidik.

“Tidak cukup hanya dipindahkan atau diberi teguran. Jika terbukti, harus ada sanksi hukum yang jelas. Anak-anak tidak boleh dibiarkan berada dalam lingkungan yang membahayakan,” kata Sri Puji.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap anak harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang berpihak, bukan hanya slogan tahunan atau angka statistik.

Baca Juga:  Hari Kesaktian Pancasila 2026, Mudyat Noor Minta ASN PPU Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan

Masyarakat juga diimbau untuk ikut serta aktif menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Anak adalah kelompok paling rentan. Kalau negara dan masyarakat gagal melindungi mereka, maka kita gagal sebagai peradaban,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang
Bupati Kukar Hadiri Pembukaan TMMD ke-130, Program Pembangunan Jalan Tani Hingga 2.180 Meter
DKP Kukar Sesuaikan Bantuan Bibit dengan Potensi Perikanan Pesisir hingga Hulu
BKPSDM Kukar Kaji Masukan BKN untuk Penataan P3K Optimalisasi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:15 WITA

Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:31 WITA

Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:14 WITA

Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terbaru