Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara- Desa Muara Enggelam sambut Bulan Suci Romadhon dengan ciri khas aktivitas masyarakat ‘terapung’.
Memasuki bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, berbagai persiapan dan kegiatan menyambut bulan penuh berkah umat muslim tengah disiapkan dengan matang. Seperti bedug sahur, berbagai macam takjil, kegiatan keagamaan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang identik dengan bulan romadhon.
Pernahkah terbayang di kepala kita, terdapat Desa yang tidak memiliki tanah? Atau, Desa yang berdiri rukun di tengah perairan luas?. Ternyata, Desa yang tak memiliki daratan itu ada. Ya, Desa Muara Enggelam, berdiri di atas peraian dengan luas 11 Ribu Hektar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih tepatnya, Desa yang berdiri di atas Danau Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kukar, Kaltim. Desa ini, memiliki cara unik dalam melakukan ‘kebudayaan’ rutin didalam bulan puasa.
Desa yang seluruh wilayahnya tidak memiliki daratan ini, selain unik juga mempunyai inisiatif positif yang keren. Meskipun jauh dari pusat pemerintahan Kab. Kukar atau pusat perkotaan, hal ini tidak menyurutkan masyarakat dan Pemerintah Desa Muara Enggelam dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif, terlebih menyambut bulan puasa.

Madi, selaku Kepala Desa (Kades) Muara Enggelam menyampaikan berbagai inisiatif positif yang dilakukan di desanya selama bulan puasa, menyampaikan bahwa desa mereka sedang memberdayakan Ikatan Remaja Masjid (IRMA).
“Desa kami (Muara Enggelam) memberdayakan ikatan remaja masjid (irma) dalam menjalani bulan puasa tahun ini,” ucap Kades Muara Enggelam, Madi, pada saat diwawancarai melalui saluran seluler, pada Selasa (12/03/2024).
Seperti pada layaknya kegiatan bulan puasa, pengajian, pawai begeraan orang sahur (Beduk sahur), menjadi hal yang tidak pernah ‘alpa’ dari kemeriahan bulan suci Romadhon.
Disini yang menarik, begeraan orang sahur, dilakukan dengan menggunakan perahu yang mengelilingi desa. Jikalau pada umumnya, beduk sahur dilakukan dengan akses kendaraan bermotor dan mobil bak terbuka, Desa Muara Enggelam melakukannya diiringi dengan suara mesin perahu dibalut dengan syair pembangun sahur.
Selain tampil unik, tujuan dari kegiatan ini guna memberdayakan anak IRMA untuk mengajak pemuda desa agar dapat lebih aktif dalam menghidupkan suasana bulan suci Romadhon.
“Pemberdayaan IRMA agar merangkul para pemuda Desa dalam menambah kegiatan positif dalam kehidupan masyarakat, terutama aspek agama,” jelas Madi.
Terakhir dirinya berharap, dengan dipertemukannya kita dibulan suci ramadan 2024 ini, mari memperbanyak kegiatan spritual keagamaan, agar dapat lebih mendekatkan diri kepada tuhan yang maha kuasa.
“Harapan saya di bulan suci Ramadan ini adalah agar dapat menambahkan hal-hal positif agar bisa lebih baik lagi kedepannya, terutama dalam hal keagamaan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Desa Muara Enggelam juga merupakan Desa yang dijuluki sebagai Desa Wisata Air di Kab. Kukar, Prov. Kaltim.









